Berita Bali

Nyepi Beririsan dengan Awal Ramadan, MUI dan PHDI Bali Sepakat Jalankan Seruan Bersama

Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2023 tanggal 24 Oktober 2023 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama

Instagram @smahendrajaya89
Sang Made Mahendra Jaya, PJ Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran terkait Nyepi dan Ramadan yang berjalan beririsan. 

"Sebenarnya hal seperti ini sudah berulang. Tahun kemarin puasa pas Nyepi sehingga kurang lebih sekarang juga sama," katanya, Kamis (8/2).

Pihaknya menambahkan, memang diperkirakan ada irisan antara Nyepi dan salat tarawih ini. "Tapi kemungkinan bisa tidak bisa iya, karena menunggu perintah puasa dari Kemenag. Biasanya dekat puasa baru diumumkan," katanya.

Sehingga untuk antisipasi beririsan tersebut dibuatlah seruan bersama. Terkait seruan bersama ini, MUI Bali akan melakukan sosialisasi kepada umat Muslim di seluruh Bali.

Sosialisasi ini akan dilakukan lewat MUI kabupaten/kota hingga ke tingkat kecamatan.

Sementara itu, terkait Nyepi yang kemungkinan beririsan dengan puasa Ramadan pertama, Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak berharap apa yang ada dalam seruan bersama dilaksanakan.

Terkait pelaksanaan Nyepi, PHDI Bali pun telah mengeluarkan surat edaran. Surat edaran ini berisi pedoman pelaksanaan Nyepi mulai dari melasti hingga ngembak geni.

Surat edaran ini bernomor 318/PHDIBali/XII/2023 tertanggal 18 Desember 2023. "Surat edaran ini adalah sebagai pedoman pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru saka 1946," katanya, Kamis (8/2).

Ia menambahkan untuk upacara melasti dilaksanakan Kamis-Sabtu, 7-9 Maret 2024. "Untuk pelaksanaannya disesuaikan dengan Desa Adat setempat dan diatur oleh Prajuru Desa Adat masing-masing.

Dan sekembalinya dari melasti, Ida Bhatara Nyejer di Pura Bale Agung, Pura Desa atau Pura Puseh sampai dengan tanggal 10 Maret 2024," katanya.

Usai tawur, kemudian Ida Bhatara kembali ke Kahyangan masing-masing. Selain itu juga berisi terkait pelaksanaan tawur yang akan dipusatkan di Pura Besakih.

Nantinya masing-masing perwakilan kabupaten/kota memohon tirta dan nasi tawur ke Pura Besakih.

Tawur itu nantinya akan diteruskan hingga ke tingkat desa adat dan muaranya ke masing-masing rumah tangga.

"Bagaimana pelaksanaan tawur dari kabupaten kota sampai ke tingkat rumah tangga pun dijelaskan dalam surat edaran ini," imbuhnya.

Pihaknya meminta para wisatawan dan masyarakat non Hindu yang berada di Bali saat Nyepi untuk turut serta menjaga kesucian, kedamaian, keharmonisan, kerukunan antar dan inter umat beragama.

"Kami berharap nyepi berjalan lancar dan damai, serta hal-hal kurang baik yang terjadi tahun kemarin tak terulang lagi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved