Pengendara Motor Jatuh ke Tukad Cangkir

Pengendara Sering Terkecoh di Jembatan Tukad Cangkir, Tempat Kadek Karmawan Tewas Kecelakaan

Jembatan di atas sungai atau Tukad Cangkir yang terletak di barat kantor PDAM Gianyar, merupakan jalur penghubung Kabupaten Gianyar, Bangli dan Klungk

|
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Jalan raya di Jembatan Tukad Cangkir, Gianyar, Bali, Senin 12 Februari 2024. Tempat ini merupakan TKP meninggalnya I Kadek Karmawan setelah mengalami kecelakaan dan terjun bawah jembatan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Jembatan di atas sungai atau Tukad Cangkir yang terletak di barat kantor PDAM Gianyar, merupakan jalur penghubung Kabupaten Gianyar, Bangli dan Klungkung.


Jalan ini sangat jarang dilalui kendaraan besar, meskipun lebar jalan bisa dilalui dua truk barang jika berpapasan dengan mudah.

Baca juga: Pencarian Korban Jatuh di Tukad Cangkir Gianyar Belum Membuahkan Hasil, Diduga Tenggelam

Ini karena kendaraan besar hanya bisa menggunakan jalur Jalan Raya Beng yang ada di utara kawasan jembatan, sehingga jalan di Jembatan Tukad Cangkir lebih sering lengang.


Meskipun lengang, jalur ini tidak bisa dikatakan aman.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Pengendara Motor Jatuh ke Tukad Cangkir Gianyar, BPBD Lakukan Pencarian

Sebab, tikungan di jembatan ini, baik dari arah timur maupun barat, cukup tajam.

Bahkan pengendara kerap terkecoh mengira bahwa jalan tersebut lurus.

Padahal, jika melaju lurus, pengendara akan langsung membentur beton pembatas jembatan, dan mengakibatkan pengendara terjun bebas ke bawah jurang bebatuan dengan ketinggian lebih dari 15 meter.

Baca juga: Motor Terpental Sejauh 15 Meter, Kadek Karmawan Ditemukan Meninggal Setelah Terjun ke Tukad Cangkir


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Senin 12 Februari 2024 membenarkan hal tersebut.

Pria asal Tulikup Gianyar ini, hampir setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Menurut dia, di jembatan tersebut mesti ada penanda neon untuk petunjuk jalan menikung.

Baca juga: UPDATE Wanita Hamil Kecelakaan di Nusa Penida, Alami Pendarahan, Ibu dan bayi Berpulang


"Perlu dipasang tanda yang mudah dilihat, terutama saat malam hari. Karena saat malam, kalau tidak hati-hati dan tak tahu medan, bisa-bisa dia melaju lurus dan menabrak pembatas jembatan," ujar Dibya.


Selain itu, menurut Dibya, keberadaan parkir di bahu jalan juga kerap mengecoh pengendara.

Baca juga: Detik-detik Wanita Hamil Jadi Korban Kecelakaan di Nusa Penida, Berusaha Bertahan di TKP

Sebab keberadaan kendaraan yang parkir, menyebab tikungan di jembatan tersebut tidak terlihat, sehingga dikira jalan lurus.

"Apalagi ada yang parkir di sana, jadi pengendara terkecoh," ujarnya.


Selain diperlukan penanda jalan tikungan, Dibya juga berharap agar pembatas jembatan ditinggikan, supaya saat terjadi kecelakaan, pengendara tidak langsung jatuh ke jurang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved