Pemilu 2024
Prabowo-Gibran Unggul di Bali, Ini Penjelasan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana Apriani
Gen Z lebih banyak tumbuh dari terpaan new media dan tidak banyak mendapatkan informasi tentang ideologi.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dikenal dengan julukan ‘Kandang Banteng’, namun saat Pemilu 2024 lalu jumlah suara pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka jauh lebih unggul dibandingkan pasangan Ganjar-Mahfud.
Rupanya hal tersebut dinilai sebab tak berbanding lurus terhadap pemilihan figur.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Kadek Dwita Apriani.
“Berkaca tahun 2013 pemilihan gubernur dimenangkan oleh calon dari Partai Demokrat, Made Mangku Pastika. Kadang-kadang ada misleading melihat Bali, yang selalu dikatakan Kandang Banteng. Bali punya sejarah khusus pemilihan figure atau orang tidak 100 persen dikaitkan dengan partai pengusung,” bebernya, Sabtu 17 Februari 2024.
Baca juga: Gede Sumarjaya Linggih Optimis Golkar Telurkan 2 Kursi DPR RI Pemilu 2024
Lebih lanjutnya ia mengatakan, pada tahun 2013 menjadi bagian penjelasan sejarah kalau di Bali masyarakatnya dapat memilih orang dengan tidak memilih asal partai dominannya.
“Nah, jadi apa yang terjadi di kondisi saat ini dugaan saya perilaku masyarakat yang memang agak bergeser. Kedekatan psikologi dibagi dua faktor psikologis jangka panjang dan pendek,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan psikologi jangka panjang berkaitan dengan pemilih tradisional karena identifikasi partai politik atau party-id, ada kedekatan psikologi pemilih dengan partai tertentu.
Namun, saat ini berbeda sejak Gen Z masuk dalam pemilihan umum, yang tidak lagi mendapatkan warisan identifikasi partai politik dari orang tuanya.
Gen Z lebih banyak tumbuh dari terpaan new media dan tidak banyak mendapatkan informasi tentang ideologi.
Sehingga beralih menjadi psikologi jangka pendek berkaitan lebih melihat kandidat dan isu. Isunya relative jangka pendek.
“Ini menjadi penjelasan kenapa 02 bisa masuk ke pemikiran anak muda ini. Selain itu menangnya pasangan 02 tidak terlepas figur Presiden Jokowi yang dinilai mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Dari berbagai survei tingkat kepuasan masyarakat Bali terhadap Jokowi di atas 80 persen,” bebernya.
Tampak terlihat pembangunan yang dilakukan Jokowi di Bali.
Masyarakat melihat Jokowi masih jadi idola di Bali pembangunan yang dilakukan Jokowi diakui masyarakat Bali.
Kepuasan mereka juga tinggi terhadap proses pembangunan dilakukan oleh Jokowi.
Jadi, dengan melihat masyarakat memandang Jokowi adalah mendukung 02 sesimpel menilai yang sekarang dilanjutkan oleh pasangan Prabowo-Gibran.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.