Harga Beras di Bali
Sudah Satu Bulan Harga Beras Naik, Beras Premium Lokal Mulai Disasar Warga
Sudah Satu Bulan Lamanya Harga Beras Naik, Beras Premium Lokal Disasar Warga karena Harganya Rp 16 Ribu/kilogram
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Harga beras kualitas super I di Bali dijual dengan harga Rp 17.000 per kg pada Selasa, 20 Februari 2024.
Kenaikan harga beras ini terjadi sudah dari Januari 2024, kurang lebih 1 bulan lamanya.
Ni Nengah Tangkas atau sapaannya mamak merpati, yang merupakan pedagang sembako di Pasar Tegal Harum mengatakan stock beras aman namun harga beras mengalami kenaikan.
“Per minggu, kalau beras premium seperti ratu ayu, merk putri itu bisa 10 kampil baru habis. Kalau beras medium lokal C4 itu 2 hari 2 kampil udah habis,” ujar mamak Merpati.
Mamak Merpati menambahkan harga beras C4 masih dibanderol Rp 16 Ribu perkilogram.
Mengalami kenaikan 2,16?ri harga semula Rp 15.500 perkilogram.
“Bersihnya saya dapat paling Rp 500 untuk untungnya. Belum dihutung dari plastinya untuk bungkus, kresek dan sebaginya. Sampai sekarang sih beras C4 yang masih laku karena masih terjangkau, lumayan mereka beli lagi Rp 1 ribu untuk bumbu dapur seperti masako,” tambah Mamak Merpati.
Menurutnya, warga Denpasar masih lebih sering membeli beras premium lokal yang dirasa masih terjangkau.
Karena jika membeli beras premium, maka tidak ada lagi uang untuk membeli kebutuhan bumbu dapur lainnya.
Baca juga: Ini Penyebab Harga Beras Naik Jadi Rp 17 Ribu per Kilogramnya
Untuk beras premium kemasan 5 kilogram dibanderol Rp 82-83 Ribu.
Sementara bila dilihat perubahan harga dibandingkan 30 hari sebelumnya, harga beras kualitas super I di wilayah ini telah mengalami kenaikan sekitar 3%.
Artinya telah terjadi lonjakan yang cukup tinggi dalam sebulan.
Bahkan dibandingkan harga setahun terakhir, harga jual beras kualitas super I di pasar modern Bali, kali ini merupakan rekor yang tertinggi.
“Semoga harganya secepatnya turun. Biar masyarakat dapat membeli beras tanpa ngirit-ngirit lagi. Saya juga sebagai pedagang dapat untung,” tutup Mamak Merpati.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.