Nyepi 2024
Keunikan Nyepi 2024: 2 Pemuda Naik Motor Brong Hingga Ratna Sarumpaet Keluar Cari ATM
Banyak hal unik yang terjadi pada pelaksanaan hari raya Nyepi 2024 di Bali, salah satunya yang paling nyentrik datang dari artis Ratna Sarumpaet
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak hal unik yang terjadi pada pelaksanaan hari raya Nyepi 2024 di Bali, salah satunya yang paling nyentrik datang dari artis Ratna Sarumpaet.
Selain aksi nyeleneh Ratna Sarumpaet, ada juga aksi nyeleneh dari 2 pemuda dari Jembrana yang malah menyalakan motor dengan knalpot berisik.
Selain itu ada juga wisatawan Jepang yang keluar saat hari raya Nyepi bahkan sempat melakukan perjalan ke Kintamani.
Nah berikut rekap kejadian unik yang terjadi saat perayaan hari raya Nyepi tahun 2024.
Baca juga: Berkeliaran Saat Nyepi, Tiga WNA di Jimbaran Diamankan Pecalang

1. Pemuda Jembrana kendarai knalpot brong cari jamur halusinasi
Dua warga Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, terpaksa diamankan pihak kepolisian.
Adalah AB (21) dan MR (23) yang diduga mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat saat Hari Nyepi di pinggir pantai Banjar Lemodang, Desa Perancak.
Keduanya kini masih diamankan di Polres Jembrana untuk interogasi lebih lanjut.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA sore.
Keduanya yang merupakan warga Desa Air Kuning ini awalnya berangkat dengan sepeda motor menuju Desa Perancak.
Parahnya, mereka ini mengendarai sepeda motor dengan kondisi sedikit oleng karena pengaruh minuman keras yang dikonsumsi sebelumnya di areal gubuk persawahan wilayah Air Kuning.
Baca juga: Suasana Pantai Bangsal Sanur Saat Ngembak Geni, Ada yang Berjemur Hingga Berenang
Mereka kemudian menuju Perancak dengan mengendarai sepeda motor knalpot brong.
Kemudian saat hendak mencari jamur (mushroom) di pesisir pantai wilayah Banjar Lemodang, Desa Perancak, atau saat naik dari pantai menuju kebun, sepeda motor yang dikendarai tidak kuat menanjak dari pinggir pantai menuju kebun.
Alhasil ketika gas ditarik keras suara knalpot menjadi lebih keras dan mengganggu masyarakat sekitar hingga terjadi kesalahpahaman antara kedua terlapor dan masyarakat.
Karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan saat Hari Suci Nyepi, keduanya akhirnya diamankan warga setempat serta Pecalang Desa Adat Perancak menuju Balai Banjar Lemodang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.