Pria Tewas di Puncak Gunung Agung

VIDEO: Alami Kondisi ini, Mohon Doa Bagi Tim SAR yang Evakuasi Jenazah Pria di Puncak Gunung Agung

VIDEO: Alami Kondisi ini, Mohon Doa Bagi Tim SAR yang Evakuasi Jenazah pria di Puncak Gunung Agung

|
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Aloisius H Manggol
istimewa
Pria Tewas di Gunung Agung Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Proses evakuasi jenazah pria diduga warga negara asing yang dilakukan Tim SAR di Puncak Gunung Agung, Karangasem berjalan sulit.

Kabar terkini, medan di area Gunung Agung yang dilalui Tim SAR cukup terjal, dan sulit.

Selain itu cuaca di sekitar Puncak Gunung Agung juga tak bersahabat, gerimis serta licin.

Baca juga: Viral! Ida Sesuhunan Disebut Menari dan Bersuara di Klungkung, Ini Penjelasan Lengkap Jro Penyarikan

Sehingga Tim SAR harus waspada dan hati-hati dalam proses evakuasi jenazah.

Menurut penuturan salah satu Tim SAR Karangasem yang enggan disebutkan namanya mengaku, sampai berita ditulis petugas gabungan sedang melakukan evakuasi pria yang meninggal.

"Tadi sempat  berkomunikasi, katanya di puncak Gunung Agung gerimis. Sehingga proses evakuasinya masih sulit," ungkap sumber itu.

Baca juga: Melawan Jro Mangku Nyawa Taruhannya, Bule Tewas di Gunung Agung Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

Tim SAR yang di pos belum bisa memastikan  jam berapa jenazah akan sampai di bawah.

Mengingat sampai pukul 12.00 wita, Tim SAR gabungan belum turun dari puncak Gunung Agung dikarenakan cuaca tak bersahabat.

"Mungkin petugas gabungan sampai di bawah sore," tambah petugas tersebut.

Untuk diketahui, Tim SAR yang berangkat ke puncak Gunung Agung berjumlah 11 orang.

Terbagi, Yakni dari Tim SAR  Karangasem  sebanyak 5 orang dipimpin Agus, kedua dari Tim SAR Polda Bali sebanyak 3 orang, sedangkan pemandu lokal sebanyak 3 orang.

Baca juga: Aneh! Saat Nyepi, Takafumi Bisa Lakukan Perjalanan Wisata dari Ubud, Kintamani, hingga Besakih

Tim SAR naik ke puncak Gunung Agung diperkirakan pukul 03.45 wita

"Kita sudah gelar apel, Rabu (12/3/2024) sekitar pukul  03.30 wita. Evakuasi  dilakukan dari Pura pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.Tadi tim 2 berangkat ke atas pukul 07.00 wita," ungkap Kapolsek Rendang, Kompol Made Suadnyana. 

Hingga saat ini, Tim SAR juga belum mengantongi identitas korban WNA di puncak Gunung Agung itu.

Pendaki WNA berkulit putih yang belum diketahui identitasnya itu, bercirikan telah berusia senja ditandai dengan berambut putih.

Baca juga: Kecelakaan Tragis di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk, Pasutri Tabrak Anjing Lalu Digilas Bus

Korban diketahui menggunakan jaket sekaligus celana berwarna hitam. Dan membawa serta tas gendong juga sepatu berkelir hitam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Tribun Bali, orang pertama yang berhasil menemukan pria nahas di puncak Gunung Agung tersebut adalah sesama pendaki.

Ketika itu, pendaki tersebut melihat korban tampak dalam kondisi tergeletak dan tidak sadarkan diri.

Saksi tersebut kemudian memfoto dan membagikannya ke media sosial.

Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua Forum Pemandu Wisata Pendakian Gunung Agung, Ketut Mudiada membenarkan informasi pendaki pria meninggal.

Namun, pihaknya belum dapat mengetahui identitasnya dan penyebab meninggalnya korban.

"Yang meninggal diduga WNA. Petugas serta pemandu sedang mempersiapkan untuk mengevakuasi," ujar Ketut Mudiada, Selasa 12 Maret 2024.

Dari foto yang beredar di media sosial, korban meninggal dunia berada di ketinggian sekira 2.800 meter di atas permukaan laut (MPDL).

Sementara titik koordinat korban juga sudah diketahui.

Dan sejumlah pemandu Gunung Agung juga telah naik untuk memastikan sekaligus mengevakuasi korban.

Dari informasi, sejumlah petugas gabungan bersama dengan pemandu melakukan evakuasi melalui jalur pendakian Pengubengan, Besakih.

Hal inipun dibenarkan oleh Mangku Komang Kayun, salah seorang guide pendakian di jalur Temukus, Desa Besakih.  

Menurut Kayun, pendaki  tersebut naik ke puncak tanpa pemandu.

Korban dilaporkan mendaki Gunung Agung seorang diri.

"Yang meninggal diperkirakan WNA. Dia naik tanpa pemandu lokal,"kata Mangku Kayun.

Terbaru, berita ini telah diupdate Pukul 15:26 Wita. Pendaki yang meninggal dunia diketahui WNI, bukan WNA. Baca updatenya di link berikut:

Baca juga: TERUNGKAP Identitas Jenazah yang Ditemukan di Puncak Gunung Agung, Asli WNI Alamat di Semarang

Penutupan Jalur Pendakian Gunungan Agung

Sementara itu, sebagai informasi aktivitas pendakian ke Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali ditutup untuk sementara selama 29 hari, terhitung mulai 17 Maret sampai 14 April 2024.

Penutupan itu dilakukan terkait upacara Tawur Tabuh Gentuh serta Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengatakan, penutupan pendakian dilakukan untuk memperlancar upacara dari awal hingga akhir.

Dan yang terpenting menjaga kesucian Pura Agung Besakih mengingat Ida Bhatara berstana di Gunung Agung sehingga harus disterilkan selama dilakukan karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

"Penutupan sudah kesepakatan bersama. Oleh karena itu saya mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan pendakian selama karya dilaksanakan. Masyarakat juga harus menghormati. Surat imbauan sudah disebar," kata Jro Mangku, Kamis (29/2).

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved