Populer Bali

Viral Bali: Bobol 10 TKP, Dimas Dibekuk Saat Mudik ke Situbondo & Pengeroyokan 2 Pria di Denpasar

Berita Viral Bali pertama menyorot kasus pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Gianyar, yang pelakunya dibekuk ketika hendak mudik ke Situbondo, Jawa

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Dwi S
ilustrasi pencurian.Viral Bali: Bobol 10 TKP, Dimas Dibekuk Saat Mudik ke Situbondo & Pengeroyokan 2 Pria di Denpasar 

Viral Bali: Bobol 10 TKP Dimas Dibekuk Saat Mudik ke Situbondo & Pengeroyokan 2 Pria di Denpasar

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Berikut berita Viral Bali sepanjang 24 jam terakhir yang dihimpun tim redaksi Tribun Bali, Sabtu, 30 Maret 2024.

Berita Viral Bali pertama menyorot kasus pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Gianyar, yang pelakunya dibekuk ketika hendak mudik ke Situbondo, Jawa Timur.

Berita Viral Bali berikutnya terkait rekaman video viral peristiwa pengeroyokan 2 orang pria di Buana Kubu, Denpasar baru-baru ini.

Inilab berita Viral Bali selengkapnya:

Baca juga: Viral Bali: Pengeroyokan di Buana Kubu Denpasar, Korban Ditendang Tersungkur ke Aspal

Personil Unit Reskrim Polsek Gianyar berhasil meringkus pelaku pencurian tabung gas LPG 3 kilogram atau kerap disebut gas melon, serta uang dan rokok.

Pelaku berjumlah dua orang ini: Febri (19) asal Jember dan Dimas (19) asal Situbondo.

Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Sudyatmaja, Jumat (29/3) mengatakan, aksi pencurian terjadi di sebuah gudang rongsokan di Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Gianyar pada Selasa (26/3) pukul 05.00 Wita.

Korbannya seorang pengepul rongsokan berinisial A (41).

Gede Sudyatmaja menjelaskan, awalnya, Selasa pukul 05.00 wita, istri korban hendak memasak di dapur.

Dia mendapati kotak plastik berwarna putih tempat menyimpan uang sudah berada di dapur dalam keadaan terbuka.

Dalam kotak tersebut seharusnya terdapat tas kecil berwarna merah berisikan uang sebanyak Rp 8 juta. Namun saat itu, uangnya telah hilang.

"Kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Gianyar dan mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta," jelasnya.

Baca juga: Viral Bali: Bule Amerika Culik Gadis Belia di Kuta, Putu Oka Ajak 5 Anak Bobol Toko di Denpasar

Berdasarkan laporan, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Gianyar melakukan penyelidikan dan olah TKP, serta mencari keterangan saksi-saksi, kemudian melakukan penyisiran dengan mencari kamera pengawas (CCTV).

Berbekal ciri-ciri badan pelaku yang terekam pada CCTV, akhirnya pada Selasa (26/3) sekitar pukul 22.00 Wita diperoleh informasi identitas terduga pelaku, yaitu tetangga korban.

Kemudian satu lagi terduga pelaku berada di daerah Badung yang akan berangkat pulang mudik ke Jawa.

Dari pelacakan, didapati terduga pelaku di daerah Mengwi akan naik travel menuju Jawa.

 Saat diinterogasi, terduga mengakui perbuatannya telah mencuri di tempat korban.

"Setelah dilakukan interogasi secara intensif, pelaku pernah melakukan pencurian di tempat lain bersama dengan dua orang temannya, dimana para pelaku melakukan pencurian dengan sasaran warung yang tersebar di beberapa wilayah di antaranya Kecamatan Gianyar sebanyak tiga TKP, Kecamatan Blahbatuh sebanyak empat TKP, Kabupaten Klungkung tiga TKP," terangnya.

"Dari pengungkapan kasus pencurian ini, barang bukti yang disita di antaranya 8 buah tabung gas LPG 3 Kg, 10 bungkus rokok berbagai merk, uang tunai sebanyak Rp 203.000, satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna hitam dan satu unit sepeda motor Honda Supra warna hitam," tambahnya.

Saat ini para pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polsek Gianyar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

"Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengetahui kemungkinan adanya tersangka lain," tandasnya.

Baca juga: Viral Bali: Langgar Overstay, Bule Prancis Bikin Onar Hendak Tunjukkan Kemaluan ke Petugas Imigrasi

Viral Pengeroyokan di Buana Kubu Denpasar, Korban Ditendang Tersungkur ke Aspal

Media sosial digegerkan aksi pengeroyokan yang terjadi di Jalan Buana Kubu Denpasar, tepatnya di sebelah Barat balai banjar. Video rekaman kejadian itu viral.

Dalam cuplikan video yang beredar pada Jumat (29/3), tampak korban yang berjumlah dua orang dipepet oleh sejumlah pengendara motor.

Usai korban menepikan kendaraannya, pelaku yang berjumlah lebih dari lima orang itu secara bergantian menghajar korban.

Tak hanya memukul, para pelaku juga menendang korban hingga tersungkur ke aspal.

Korban yang tergeletak di tepi jalan kemudian ditinggal begitu saja oleh para pelaku.

Dikonfirmasi Tribun Bali, Kelian Dusun Banjar Buana Kubu, Putu Pasek Juliarta (32) membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kedua korban pengeroyokan adalah warga dari Banjar Sari Buana, yang lokasinya tak jauh dari Banjar Buana Kubu, Denpasar.

Namun satu korban, kata Pasek Juliarta, tinggal di wilayah Banjar Buana Kubu, Denpasar.

“Keduanya warga Sari Buana. Cuma satu tinggal di lingkungan saya,” ungkapnya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (29/3).

Pasek Juliarta mengatakan, korban bukanlah seorang remaja. Usianya, diperkirakan 40 tahun.

Satu orang dikatakan telah menikah. Sementara satu lagi disebut masih melajang.

“Korban sudah dewasa. Ada bagian 40 tahun umurnya. Yang satu sudah dewasa tapi belum menikah. Yang satu sudah,” bebernya.

 Kejadian pengeroyokan itu, menurut Pasek Juliarta, berlangsung pada Jumat (29/3) sekitar pukul 02.00 Wita.Dia mengetahui kejadian tersebut pada pagi harinya melalui panggilan telepon oleh salah seorang rekannya.

Guna memastikan kejadian tersebut, Pasek meminta rekannya untuk memeriksa rekaman CCTV yang ada di seputar TKP.

Walhasil, aksi pengeroyokan itu terekam jelas melalui CCTV.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pasek Juliarta menyarankan agar melaporkannya ke Polresta Denpasar.

“Nggih (iya). Tyang (saya) dapat laporan tadi pagi dari teman. Katanya ada kejadian. Tyang (saya) suruh cek CCTV. Akhirnya tyang (saya) suruh melapor ke Polresta. Tadi pagi sekitar jam 10,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, Pasek Juliarta mengaku geram. Akhirnya, dia membagikan rekaman CCTV itu kepada pecalang dan Linmas.

Dengan tujuan, guna memperketat penjagaan keamanan di lingkungannya, Banjar Buana Kubu, Denpasar.

Pasalnya, pecalang dan Linmas, kata Pasek, memang melakukan patroli wilayah sekitar pukul 03.00 - 05.00 Wita guna menyisir oknum yang membuang sampah sembarangan.

“Kita sebagai manusia kan geram melihat. Seperti kejadian di Sempidi (pengeroyokan). Akhirnya tyang (saya) perintahkan pecalang untuk aktifkan patroli. Biasanya ada pecalang kok. Biasanya kita patroli dari jam 3-5 (dini hari). Karena rawannya banyak buang sampah liar,” pungkasnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan adanya laporan terkait aksi pengeroyokan tersebut.

Laporan yang dibuat oleh pelapor dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) di Polresta Denpasar.

“Benar, masih Dumas di Polresta,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi terpisah.
Korbannya Relawan De Gadjah

Dalam perkembangannya, dua korban pengeroyokan di Jalan Buana Kubu, Denpasar diketahui bagian dari Relawan De Gadjah.

“Kebetulan korbannya itu Relawan De Gadjah,” ungkap Kelian Dusun Banjar Buana Kubu, Putu Pasek Juliarta.

Terpisah, Made Muliawan Arya alias De Gadjah selaku Pembina Relawan De Gadjah mengaku mempercayakan kasus tersebut ke pihak berwajib. Sebab, Indonesia merupakan negara hukum.

De Gadjah juga memohon agar kasus pengeroyokan tersebut mendapat atensi dari kepolisian.

“Semua kasus hukum, kasus ini, kami serahkan ke polisi karena ini negara hukum. Kami serahkan ke pihak berwajib. Kami mohon agar jadi atensi khusus,” ungkap De Gadjah, Jumat (29/3).

Guna mengetahui kondisinya, De Gadjah berencana menjenguk korban dan memberi support. Baik moral maupun materi.

Dia berharap agar para pelaku pengeroyokan dapat segera dibekuk petugas.

“Kita akan lihat dan tengok dulu korban.Saudara kita. Kita support moral dan materi. Intinya kami akan kawal terus dan sepenuhnya menyerahkan ke pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti dan menangkap para pelaku,” pungkasnya. (tribun bali/weg/mah)

>>> Baca berita terkait <<< 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved