Human Interest Story
Kisah Nyoman Patra, Jual Air Kelapa Muda Kemasan Botol di Sanur, Raup Omzet Capai Rp 2 Juta per Hari
Kisah Nyoman Patra, jual air kelapa dalam kemasan, dibeli banyak wisatawan asing maupun domestik
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Usaha menjual kelapa muda sudah banyak dilakoni.
Namun berbeda dengan I Nyoman Patra asal Sanur Kauh Denpasar.
Ia menjual air kelapa muda kemasan botol yang membuat lebih praktis dan mudah dibawa di warung depan rumahnya Jalan Betngandang I Nomor 13 Sanur Kauh Denpasar, Bali.
Awalnya, Patra menjual kelapa muda pada umumnya, hanya dipotong dan dilubangi.
Baca juga: Kisah Perajin Keben Purnama, Jual Keben Bali hingga Tas Anyam dengan Beragam Motif, Untung Jutaan
Itu pun awalnya ia hanya menjual 20 butir kelapa yang dibelinya di Pasar Kreneng di tahun 2022.
"Saat itu saya pensiun, terus coba buka usaha kelapa muda kecil-kecilan di warung depan rumah," katanya saat diwawancarai Minggu 31 Maret 2024.
Seiring berjalannya waktu, usaha kelapanya pun cukup berkembang.
Namun yang menjadi masalah adalah sulitnya pembeli membawa kelapa utuh tersebut dan kurang praktis.
Akhirnya muncullah ide untuk membuat air kelapa dalam kemasan botol.
"Lebih praktis, seperti membawa air kemasan dan mudah, bisa diminum dimana saja," katanya.
Dengan ide kreatif ini, pembeli pun sangat banyak, tak hanya bule, tapi banyak juga warga lokal baik dari Denpasar maupun luar Denpasar.
Bahkan ada warga luar Bali yang kebetulan liburan di Bali juga membeli air kemasan ini setelah mengetahui dari mulut ke mulut.
"Kan biasanya bule yang suka air kelapa, sekarang banyak orang lokal juga. Berangkat kerja mereka mampir pakai bekal. Bahkan ada yang rutin setiap hari beli satu botol," katanya.
Kini kebutuhan kelapa muda pun semakin banyak, bahkan sehari habis 400 hingga 600 butir.
Untuk kelapa ini didatangkan dari Jembrana dan memiliki sebanyak 4 suplier.
Terkait harga air kelapa kemasan ini bervariasi sesuai dengan ukuran.
Untuk kemasan 500 ml dijual Rp 10 ribu, 1 liter Rp 20 ribu dan 1,5 liter dijual seharga Rp 25 ribu.
Selain itu, daging kelapa juga dimasukkan ke dalam cup dan diisi air tanpa es dan gula.
"Jadi semua yang saya jual ini air kelapa murni dan yang isi daging dalam kemasan cup juga murni. Setelah di press dimasukkan ke dalam show case," katanya.
Sementara untuk harga satu cup daging dan air kelapa muda Rp 5 ribu.
Tak berhenti sampai di sana, kelapa juga diolah menjadi produk olahan lain seperti es kelapa sirup berbagai rasa dengan harga Rp 7 ribu per cup.
Juga memproduksi kelapa jeli dalam kemasan batok dan juga kemasan cup.
Untuk kelapa jeli kemasan batok dijual Rp 12 ribu, dan kemasan cup 300 ml seharga Rp
Dirinya pun tetap menjual kelapa muda utuh dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu.
"Ada juga bungkak mulai Rp 5 ribu sampai Rp 8 ribu tergantung ukurannya dan kelapa mulung," katanya.
Kelapa kupas seperti kelapa di Thailand juga ia jual dengan harga Rp 12 ribu.
Tak hanya dijual di warungnya, penjualan juga memanfaatkan Go Food, Grab Food hingga Shopee Food.
Dalam sehari ia bisa meraup omzet minimal Rp 2 juta.
Kini dirinya juga memiliki 3 orang karyawan dan warungnya buka mulai pukul 06.00 - 21.00 Wita. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.