Berita Buleleng
Penumpang Kapal Jatuh di Perairan Banyuwedang
Seorang penumpang kapal KM Mutiara Ferindo I bernama Hamdan Wibowo (30) terjatuh di perairan laut Banyuwedang
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang penumpang kapal KM Mutiara Ferindo I bernama Hamdan Wibowo (30) terjatuh di perairan laut Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Kamis (4/4) malam.
Pencarian pun mulai dilakukan oleh Pos SAR Buleleng, namun hingga Jumat (5/4) korban belum kunjung ditemukan.
Kepala Pos SAR Buleleng Dudi Librana mengatakan, kapal yang ditumpangi korban itu mulanya berangkat dari Pelabuhan Gili Mas Lombok dan hendak menuju ke Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.
Namun saat kapal melintas di perairan Banyuwedang, pria asal Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung itu dikabarkan terjatuh.
Baca juga: Tergoda Saat Wanita 30 Tahun Sit Up di Kerobokan, Berakhir Dipaksa Berhubungan, Mulut Dibekap
Para ABK kapal kata Dudi sempat melakukan pencarian, namun korban gagal ditemukan. Sehingga para ABK meminta pertolongan Basarnas Bali untuk membantu melakukan pencarian terhadap korban.
Atas laporan tersebut, Basarnas Bali melalui Pos SAR Buleleng pun diterjunkan untuk melakukan penyisiran di titik terjatuhnya korban.
Dikatakan Dudi, pencarian pada Jumat (5/4) dilakukan dengan menerjunkan sebanyak enam personel Pos SAR Buleleng. Pencarian dibagi dengan dua tahap.
Dimana pada tahap pertama, penyisiran dilakukan dari titik terjatuhnya korban hingga ke wilayah utara perairan Banyuwedang. Sementara pencairan tahap ke dua dilakukan hingga ke wilayah Pelabuhan Celukan Bawang.
Baca juga: Pembelaan Mujiana atas Dakwaan JPU soal Tragedi Lift Ayu Terra Resort
Penyisiran laut dilakukan dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) yang dilengkapi dengan peralatan Aqua Eye.
Selain itu juga dilakukan melalui udara dengan bantuan alat drone. "Sampai saat ini hasilnya masih nihil, korban belum ditemukan.
Alat Aqua Eye juga belum bisa mendeteksi keberadaan korban," terang Dudi.
Dudi mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa korban bisa terjatuh dari kapal yang ditumpanginya. Sementara melihat dari cuaca, Dudi menyebut saat ini dalam keadaan normal.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian terhadap korban akan terus dilakukan selama satu minggu kedepan.
"Tinggi ombak hanya sekitar 0,5 meter sampai 1 meter. Kecepatan angin juga 0 sampai 10 knot. Kami belum tau apa penyebab korban bisa terjatuh dari kapalnya. Untuk pencarian besok, tunggu hasil briefing dulu tentu dengan mempertimbangkan arus laut dan arah angin," tandas Dudi.
Terpisah Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, salah satu ABK sempat melihat korban menceburkan diri ke laut.
Namun pihaknya saat ini belum dapat menyimpulkan apakah terjatuhnya korban itu merupakan tindakan bunuh diri atau karena faktor lain.
"Belum diketahui motifnya apa. ABK Kapal dalam waktu dekat akan kami mintai keterangan," singkatnya. (rtu)
| Ekowisata Hutan Desa di Pejarakan Tuai Pro-Kontra, DPRD Buleleng Dorong Toleransi dan Solusi Bersama |
|
|---|
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
| Pedagang di Singaraja Pilih Untung Tipis, Daripada Pelanggan Kabur, Kenaikan Harga Dampak Perang |
|
|---|
| KONI Buleleng Bali Siapkan Sponsorship Untuk Atlet, Akui Anggaran Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Penumpang-Kapal-Jatuh-di-Perairan-Banyuwedang.jpg)