Berita Klungkung

KECELAKAAN Kerap Dialami Turis & Warga di Nusa Penida! Pelaku Wisata Swadaya Perbaikan Jalan Rusak 

Dana Inpres dialokasikan untuk pembenahan Jalan Raya Desa Bunga Mekar-Kalibun sepanjang enam kilometer dengan anggaran Rp 37 miliar.

ISTIMEWA
PERBAIKAN SWADAYA - Para pelaku pariwisata di Nusa Penida menambal jalan rusak secara mandiri, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM - Para pelaku pariwisata di Nusa Penida berinisiatif menambal jalan berlubang dengan biaya sendiri. Mereka menyatakan, jalan rusak yang dibiarkan hanya akan memakan korban. Mereka sudah bosan menanti perbaikan dari pemerintah.

Perbaikan dilakukan di jalan tikungan curam dan turunan berbentuk huruf Z di wilayah Dusun Telaga, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Inisiatif itu dilakukan, lantaran seringnya warga maupun wisatawan kecelakaan di sana.

Perbaikan jalan secara mandiri tersebut digagas warga bernama I Putu Gede Suka Widana.

Ia mengaku sering melihat warga dan wisatawan kecelakaan karena kerusakan jalan. Ia mengatakan jalan rusak di beberapa titik sangat membahayakan.

"Kami upayakan sendiri, kasihan banyak tamu yang terjatuh, saat berbelok apalagi hindari kendaraan lain langsung dah nyemplung dan terguling karena ekstremnya medan jalan,” kata Widana, Minggu (12/4).

Baca juga: Polres Tabanan Patroli, Cegah Pencurian Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik, Simak Beritanya!

Baca juga: MAYAT Ayahnya Ada di Dasar Sumur di Lelateng Negara, Tubuh Belum Kaku & Tak Ada Tanda Kekerasan!

PERBAIKAN SWADAYA - Para pelaku pariwisata di Nusa Penida menambal jalan rusak secara mandiri, beberapa waktu lalu.
PERBAIKAN SWADAYA - Para pelaku pariwisata di Nusa Penida menambal jalan rusak secara mandiri, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Ia dan rekan-rekannya lalu memutuskan menambal jalan yang berlubang besar dan dalam, dengan campuran semen dan pasir. Biayanya bersumber dari urunan. Ia mengatakan, aksinya ini setidaknya bisa membantu menyelamatkan orang dari musibah.

"Walaupun menambal dengan semen, setidaknya membantu menyelamatkan warga atau wisatawan, jangan sampai terjatuh akibat besarnya lobang itu," demikian ungkap dia.

Widana mengatakan, perbaikan itu baru dilakukan di jalan depan PLN Nusa Penida saja. Kata dia, masih banyak jalan lainnya yang harus mendapatkan perbaikan karena dalam kondisi rusak.

"Masih banyak yang rusak. Saya dan teman-teman pelaku wisata di Nusa Penida berupaya menjaga Nusa Penida tetap baik di mata wisatawan.

Andalkan pemerintah entah kapan, usulan terus tidak pernah ada realisasi, ini baru beberapa yang kami tambal,” keluhnya.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi Nusa Penida. Perkembangan pesat pariwisata belum sejalan dengan perbaikan infrastruktur utamanya jalan. Justru pungutan terhadap wisatawan yang semakin digencarkan.

Kata dia, seharusnya pungutan berbanding lurus dengan pembenahan infrastruktur di Nusa Penida.

Perbaikan jalan bukanlah hal sepele, mengingat beberapa kali ada korban sampai meninggal dunia yang salah satu penyebabnya, masih buruknya jalan di Nusa Penida.

“Masuk Nusa Penida sudah dipungut, masuk ke tengah laut (diving-snorkling) dipungut lagi, tapi banyak jalan masih dalam keadaan rusak,” demikian keluhnya. (mit)

PERBAIKAN SWADAYA - Para pelaku pariwisata di Nusa Penida menambal jalan rusak secara mandiri, beberapa waktu lalu.
PERBAIKAN SWADAYA - Para pelaku pariwisata di Nusa Penida menambal jalan rusak secara mandiri, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Kadis PU: Tahun Ini Penanganan

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved