Hari Raya Idul Fitri

Baru 33 Persen Pemudik Kembali ke Bali, 96 Ribu Orang Masuk Dalam Dua Hari Puncak Arus Balik 2024

Secara akumulatif penumpang yang telah kembali ke Pulau Bali dari Jawa mulai Kamis (11/4/2024) hingga Sabtu (13/4/2024) atau H+1 hingga H+4 adalah 156

ISTIMEWA
Pemeriksaan identitas orang masuk Bali di Pos KTP Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin 15 April 2024. 

Handy menambahkan diperkirakan, Senin (15/4) ada 70.277 pergerakan penumpang dan tiga hari kedepan masih akan didominasi oleh keberangkatan domestik.

Menurutnya, kebijakan Work From Home (WFH) ASN untuk 16 dan 17 April tidak mempengaruhi pergerakan penumpang di bandara.

"Kami melihat bahwa untuk tiga hari kedepan arus balik ini masih akan tinggi karena pengumuman Work From Home baru disampaikan beberapa hari lalu. Sehingga calon penumpang yang akan meninggalkan Bali sudah memegang tiket sebelum WFH diperbolehkan," imbuhnya.

Selama Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Idul Fitri 1445 H Bandara I Gusti Ngurah Rai beroperasi (3-14 April 2024) pihaknya telah melayani 795.250 penumpang, atau 78 persen dari perkiraan jumlah penumpang yang akan dilayani selama Posko beroperasi 1.012.005 penumpang.

Sementara itu realisasi extra flight atau penerbangan tambahan ada 144 pergerakan pesawat atau 48 persen dari jumlah pengajuan yaitu 299 extra flight. Untuk Senin ini terdapat 16 extra flight yang sudah diajukan dengan rute Banjarmasin 2 extra flight, Jakarta 6 extra flight, Lombok 2 extra flight dan 6 extra flight tujuan Surabaya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta mengatakan hingga kini arus balik Lebaran 2024 di Bali masih lancar dan landai. “Arus balik sampai saat ini landai. Ada peningkatan sedikit kemarin siang, baik dari arah barat maupun timur. Sepeda motor banyak yang kembali dan masih landai di Pelabuhan, belum ada antrean,” kata Samsi, Senin (15/4).

Samsi mengatakan, puncak arus balik di Bali sebetulnya lebih rendah daripada saat mudik. Puncak arus balik diperkirakan terjadi Minggu (14/4) dan Senin (15/4).

“Kita tidak tahu yang mana liburan yang mana pulang. Kita tidak berani spekulasi mana liburan mana pulang. Ada orang Bali yang pulang kampung juga soalnya. Sampai jam ini landai. Jadi Ketapang juga tidak ada antrean. Ada antrean, tapi pendek normal lah,” bebernya. 

Pemeriksaan Identitas Diperketat

PETUGAS gabungan dari Disdukcapil, Satpol PP serta TNI memperketat pemeriksaan identitas pada Pos KTP Gilimanuk, Jembrana, Senin (15/4). Sebab, sejak arus balik mudik Lebaran 2024 ini, ratusan ribu orang warga datang ke Bali dari Pulau Jawa. Selama arus balik mudik ini, ditemukan sejumlah warga yang tak melengkapi diri dengan identitas diri, seperti KTP.

Pihak kepolisian juga memeriksa menyeluruh di Pos II atau pintu masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk. Pemeriksaan dilakukan terhadap orang, barang bawaan serta kendaraan yang masuk Bali sebagai antisipasi masuknya senjata tajam (Sajam), narkoba, barang terlarang hingga bahan peledak (handak).

Menurut data yang berhasil diperoleh, sejumlah warga masuk Bali kedapatan tak membawa KTP dengan berbagai alasan. Sementara, beberapa orang lainnya yang tidak membawa KTP, namun sudah membawa surat keterangan kehilangan serta ada penjamin dari warga Denpasar.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, Disdukcapil Jembrana, I Komang Sujana mengatakan, pihaknya bersama instansi gabungan secara rutin memeriksa di Pos KTP Gilimanuk. Namun, selama arus balik ini diperketat lagi mengingat banyak orang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk.

"Pemeriksaan diperketat untuk memastikan orang masuk Bali membawa identitas diri yang resmi seperti KTP," ungkapnya.

Mereka yang kedapatan tanpa KTP mengaku hilang, ketinggalan di rumah dan alasan lainnya. Namun secara umum mereka membawa salinan seperti foto di HP atau fotokopi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved