Pilkada 2024
Bahas Koalisi Pilkada, Golkar Bangli Inisiasi Pertemuan Dengan Ketua Parpol
DPD II Golkar Bangli mulai melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai politik. Pertemuan tersebut untuk membahas pembangunan koalisi,
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - DPD II Golkar Bangli mulai melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai politik. Pertemuan tersebut untuk membahas pembangunan koalisi, jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024.
Pembahasan koalisi berlangsung di Kantor DPD II Golkar Bangli, di Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Ada beberapa wajah pimpinan partai politik yang hadir.
Diantaranya I Made Joko Arnawa, Ketua DPC Partai Gerindra; I Ketut Guna, Ketua DPW Partai Nasdem; serta Sekretaris DPC Partai Demokrat Bangli, I Wayan Sedia.
Diketahui mengacu pada hasil Pileg 2024, Partai Golkar Bangli gagal mempertahankan enam kursi.
Baca juga: Ratusan Kicau Mania Ikuti Lomba Burung Semarakan HUT ke 253 Kota Gianyar
Partai berlambang pohon beringin ini hanya mampu memperoleh 5 kursi dari total 5 daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Bangli.
Praktis partai Golkar tidak bisa mengusung calon secara mandiri. Sebab sesuai persyaratan, partai Golkar tidak memenuhi syarat 20 persen dari total kursi DPRD Bangli sebanyak 30 kursi.
Sementara partai yang diajak membicarakan koalisi pun, seluruhnya yang lolos di parlemen.
Seperti Partai Demokrat dengan perolehan 2 kursi, Nasdem 2 kursi, dan Gerindra 1 kursi.
Ketua DPD Golkar Bangli, I Gusti Made Winuntara membenarkan bahwa pihaknya mengadakan pertemuan dengan ketua partai, untuk membahas koalisi.
Pertemuan dilaksanakan di kantor DPD Golkar Bangli pada Sabtu (20/4/2024).
Baca juga: Ratusan Kicau Mania Ikuti Lomba Burung Semarakan HUT ke 253 Kota Gianyar
"Kami menginisiasi dengan mengundang pimpinan partai politik untuk duduk bersama membahas koalisi,” ujarnya, Minggu (21/4/2024)
Winuntara mengatakan, dari pertemuan pertama belum ada kesepakatan mengenai koalisi.
Sebab masing-masing Parpol masih menunggu intruksi dari induk partai.
Walau demikian pihaknya di Gokar berharap koalisi yang terbangun dalam Pilpres (Koalisi Indonesia Maju) masih bisa tetap bertahan.
Pria asal Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang ini menambahkan, jika nantinya terbangun koalisi, penentuan calon yang diusung tidak mutlak dari Golkar.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.