Pilkada 2024

Dikabarkan Maju dengan Giri Prasta di Pilgub Bali 2024, Bintang Puspayoga: Itu Hoaks Ya

viral di media sosial baliho yang menampilkan foto Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati alias Bintang Puspayoga berdampingan dengan Giri Prasta

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) I Gusti Bintang Darmawati saat ditemui di acara Musyawarah Perempuan Nasional di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu 20 April 2024 - Dikabarkan Maju dengan Giri Prasta di Pilgub Bali 2024, Bintang Puspayoga: Itu Hoaks Ya 

Tak hanya representatif perempuan pada umumnya, Bintang juga dinilai sebagai representatif perempuan Bali yang terkesan soft dan santun.

“Muncul juga Bintang. Satu, dia dianggap sebagai representatif perempuan. Dia berkiprah secara nasional sebagai menteri. Karena orang bukan hanya lihat Bintangnya. Tapi perempuan, orang bisa empati. Kalau Bali itu kan senang yang soft, santun. Tapi Bintang itu representatif perempuan Bali,” bebernya.

Selain itu, Bintang juga dinilai “dibacking” oleh jaringan Puri di Bali melalui suaminya, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Diketahui, Puspayoga merupakan politikus senior PDIP Bali.

Dia sempat menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Mulai dari Wali Kota Denpasar, Wakil Gubernur Bali, hingga Menteri Koperasi dan UMKM era Jokowi-JK.

“Dia juga tokoh Puri lho ya. Gerbongnya Puspayoga masih gini (diperhitungkan) di PDIP,” ungkap Subanda.

Sementara itu, Giri Prasta dipandang telah melancarkan manuvernya.

Bupati Badung dua periode itu rajin turun ke masyarakat melalui penyaluran Bansos.

Penyaluran Bansos oleh Giri Prasta, bahkan berlangsung hingga di luar Kabupaten Badung.

Subanda memandang, penyaluran Bansos hingga di luar Kabupaten Badung diperlukan guna meningkatkan acceptability masyarakat.

Bagi-bagi Bansos, kata Subanda, memang sah saja untuk kepentingan masyarakat.

Namun, perlu melihat momentum penyalurannya.

“Bagi-bagi Bansos secara politis pasti ada tujuannya. Untuk kepentingan masyarakat sah-sah saja. Tapi ketika dibagikan dekat-dekat Pemilu, pada momen-momen tertentu, pasti strategis. Mengapa mesti gencar di luar Badung? Karena memang perlu acceptability di luar itu. Itu secara politik sudah jelas. Itu simbol-simbol,” katanya. (sar/mah)

Kumpulan Artikel Pilkada

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved