DBD di Bali

Waspada Demam Berdarah di Denpasar Bali: 3 Meninggal Dunia, Satu di Antaranya Ibu Melahirkan

Hingga April 2024 ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih ditemui di Denpasar dan semakin meningkat ketimbang tiga bulan sebelumnya.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Dwi S
ilustrasi nyamuk demam berdarah 

Waspada DBD di Denpasar Bali: 3 Meninggal Dunia, Salah Satunya Ibu Melahirkan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga April 2024 ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih ditemui di Denpasar dan semakin meningkat ketimbang tiga bulan sebelumnya.

Berdasarkan data terakhir, tercatat ada sebanyak 369 kasus DBD sejak Januari 2024.

Dari data tersebut, sebanyak 3 orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: DBD Jadi Penyakit Musiman, Perbekel dan Lurah Diminta Pengadaan Fogging

Adapun jumlah kasus ini dengan rincian, pada Januari 34 kasus, kemudian Februari 2024 42 kasus.

Selanjutnya pada Maret tercatat 122 kasus, serta bulan April berdasarkan data sementara 171 kasus.

Sedangkan untuk dua kasus meninggal meninggal adalah anak-anak dan satu orang adalah ibu melahirkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr AA Ayu Candrawati, Selasa (23/4).

Meski demikian, jumlah kasus ini ada penurunan ketimbang tahun 2023 lalu.

Baca juga: Bule Australia Terjangkit DBD, Menkes Sebut Harusnya Bersyukur, Sekda Bali: Jangan Didramatisir

Di mana tahun 2023 sejak Januari hingga April terjadi 967 kasus dengan rincian Januari 296 kasus, Februari 255 kasus, dan Maret 230 kasus, dan April 186 kasus.

Ayu Candrawati mengatakan, pihaknya pun melakukan berbagai langkah untuk menekan kasus DBD ini. Pihaknya menggencarkan pelaksanaan fogging fokus untuk menekan kasus DBD.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk juga tetap dilakukan.

Pihaknya tetap mengedukasi masyarakat agar melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN secara konsisten.

Di samping itu, para jumantik juga tetap melakukan kunjungan rumah untuk ikut memantau jentik dan sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Kami juga melakukan fogging massal (ULV), dan sudah dilaksanakan mulai pertengahan Februari 2024 selama 1 bulan di lingkungan Kota Denpasar,” katanya.

Baca juga: Menkes Sebut Fatality DBD Rendah, Komentari Soal Kasus Bule Australia Terjangkit DBD di Bali

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved