Populer Bali

Viral Bali: Kondisi Krodit Pasien BPJS, RSUP Prof Ngoerah Klarifikasi & Kasus Pembunuhan Sempidi

Berita Viral Bali yang pertama terkait video yang memperlihatkan kroditnya sistem pendaftaran pasies BPJS di alat anjungan pendaftaran mandiri (AAPM)

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Antrean pasien BPJS di Loket Pendaftaran Poliklinik RSUP Prof Ngoerah, Rabu, 24 April 2024. 

"Berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar Hari Senin, 22 April 2024," jelas Kasi Intel sekaligus Humas Kejari Badung, Gde Ancana, Rabu (24/4).

Dengan telah dilakukan pelimpahan berkas, para pelaku pun akan segera menjalani sidang perdana di PN Denpasar.

Hakim sekaligus Humas PN Denpasar, Gede Putra Astawa yang dihubungi terpisah membenarkan telah menerima pelimpahan berkas perkara tersebut.

Pihaknya menyatakan, ketua PN Denpasar telah menunjuk majelis hakim dan penetapan jadwal sidang.

"Berkas sudah kami terima. Majelis hakim dipimpin IB Bamadewa Patiputra, untuk hakim anggota AA M Aripathi Nawaksara dan saya. Sedangkan jadwal sidang digelar hari Selasa 30 April 2024," terangnya.

Dalam perkara ini, keempat pelaku disangkakan melanggar pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Dalam penanganan kasus ini, sudah ada satu pelaku anak di bawah umur inisial AMF yang divonis 6 tahun penjara.

Terpidana AMF juga telah eksekusi dan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Karangasem.

Sementara dua tersangka lainnya inisial P dan S sedang diproses di Polres Badung.

Peristiwa berdarah yang menewaskan korban salah sasaran, Adhi Putra Krismawan berlatar dendam antar anggota dua perguruan silat.

Yaitu Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) atau biasa disebut kera sakti.

Sebelum peristiwa terjadi, Senin, 15 Januari 2024 sekitar pukul 20.30 Wita, para tersangka membaca pesan di WhatsApp (WA) grup PSHT.

Dalam pesan itu meminta anggota grup berkumpul di depan Perumahan Citra Land untuk mencari anggota perguruan silat dari IKSPI.

Ini dilakukan untuk aksi balas dendam terhadap anggota IKSPI, karena beberapa hari sebelumnya di Sidoarjo Jawa Timur, ada anggota PSHT dipukuli, dibunuh dan ada juga anggota PSHT perempuan dilecehkan oleh anggota IKSPI.

Mereka pun berkumpul, lalu anggota PSHT yang kurang lebih berjumlah 20 orang pergi dari depan Perumahan Citra Land menuju pertigaan Patung Hanoman Sempidi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved