Mahasiswa STIP Tewas
Kasus Bully Mahasiswa STIP Asal Bali Hingga Meninggal, Bantah Sakit Jantung Hingga Autopsi Mendalam
Penanganan kasus pembullyan mahasiswa STIP Jakarta asal Bali yang berakhir meninggal dunia masih terus dilakukan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penanganan kasus pembullyan mahasiswa STIP Jakarta asal Bali yang berakhir meninggal dunia masih terus dilakukan.
Sampai saat ini, pihak keluarga dan kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti kuat tentang kasus perundungan di kampus tersebut.
Seperti diketahui, korban dengan nama lengkap Putu Satria Ananta Rustika meninggal dunia usai dipukul di bagian dada oleh kakak tingkat di kampus STIP.
Adanya isu bahwa sang anak meninggal karena penyakit jantung usai dipukul, pihak keluarga mengungkapkan bahwa sang anak tidak memiliki riwayat sakit jantung.
Baca juga: Orangtua di Klungkung Bali Kenang Sosok Putu Satria Mahasiswa STIP, Anak Polos Penyayang Keluarga
Ayah dari Putu Satria, I Ketut Suastika mengungkapkan bahwa anaknya selama ini ada riwayat penyakit apapun.
"Tidak ada (sakit jantung). Buktinya, sebelum masuk STIP kan ada tes kesehatan, anak saya lulus hasilnya bagus," ujar Ketut Suastika.
Pihak kepolisian pun telah mengkonfirmasi, jika Putu Satria meninggal setelah mendapatkan kekerasan dari seniornya.
Suastika meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Selain pelaku, termasuk pihak-pihak kampus yang membiarkan terjadinya kekerasan di lingkungan kampus.
"Mudah-mudahan kedepannya sekolah kedinasan tidak ada lagi korban. Cukup yang terakhir anak saya yang menjadi korban," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga: Viral Bali: Mahasiswa Klungkung Bali Tewas Diduga Dianiaya Senior dan Pembunuhan Sadis PSK di Kuta

Baca juga: DUKA Keluarga Putu Satria Mahasiswa STIP Jakarta di Klungkung Bali, Tuntut Pelaku Dihukum Setimpal
Jenazah Putu Satria Diautopsi mendalam
Jenazah Putu Satria saat ini berada di RS Polri Keramat Jati Jakarta. Proses autopsi dari jenazah Putu Satria telah dilakukan sore hingga malam.
"Sekarang saya masih ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, menunggu proses otopsi yang masih berlangsung dari tadi sore,” ujar paman dari Putu Satria, I Nyoman Losmen, Jumat (3/5/2024) malam.
Losmen mengatakan, pihak keluarga mendapat informasi langsung dari kepolisian perihal kejadian yang menimpa Putu Satria. Ia tidak menyangka, keponakannya yang ia kenal periang justru menjadi korban penganiayaan dari seniornya.
Losmen menyebut keponakannya ini adalah anak pintar dan baru saja ia lolos sebagai mayoret drumband kampusnya.
“Entah dendam apa para seniornya hingga menewaskan juniornya, semoga polisi mengusut tuntas kasus ini,” harapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.