Mahasiswa STIP Tewas

Rekaman CCTV Putu Satria Setelah Dianiaya, Impian di STIP Hingga Tinggalkan Klungkung Jadi Kenangan

Rekaman CCTV Putu Satria Setelah Dianiaya, Impian di STIP Hingga Tinggalkan Klungkung Jadi Kenangan

DOK
Ilustrasi rekaman CCTV. 

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka lebam di dekat ulu hati.

Seusai kejadian, polisi telah mengamankan beberapa taruna STIP yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban.

"Sambil berjalan, kami juga sudah memeriksa 10 orang lebih untuk menceritakan peristiwa kejadiannya seperti apa," kata Gidion.

Nantinya hasil pemeriksaan akan menentukan sosok yang diduga melakukan penganiayaan hingga menewaskan P.

Polisi juga sudah memasang garis polisi di toilet pria tempat korban terakhir kali ditemukan tak sadarkan diri.

"Nanti itu prosesnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut, karena kita harus menyamakan antara CCTV dengan keterangan para pihak," tuturnya.

Kasus dugaan perpeloncoan ini awalnya terungkap setelah ada laporan bahwa korban dilarikan ke RS Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Korban kemudian diperiksa dan dinyatakan tewas akibat kekerasan fisik.

Bantahan STIP

Pihak STIP telah memberikan klarifikasi tentang tewasnya P, taruna tingkat I, yang diduga menjadi korban penganiayaan senior.

Ketua STIP Jakarta, Ahmad Wahid, menegaskan tidak ada unsur perpeloncoan dalam kasus tewasnya P.

Menurut Ahmad, tewasnya P murni masalah pribadi antara korban dan senior.

"Jadi, di sini sebenarnya tidak ada perpeloncoan jadi kita sudah hapus semua perpeloncoan," kata Ahmad di lokasi, dikutip dari TribunJakarta.com, Jumat.

Ia mengklaim perpeloncoan di STIP telah dihapus satu tahun belakangan ini.

Ahmad berdalih kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan senior terhadap dipicu masalah pribadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved