Pembunuhan PSK di Kuta

Terungkap, Penyebab Amrin Pane Gorok & Tikam RA hingga Tewas di Kuta: Kesal Diminta PSK Bayar Lebih

Amrin AL Rasyid Pane (20) menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di sebuah rumah kos di Jalan Bhineka Jati

|
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ady Sucipto
Istimewa/Humas Polresta Denpasar
Sosok Amrin AL Rasyid Pane (20) yang menjadi pelaku pembunuhan PSK di Kuta saat diamankan di Mapolsek Kuta. Serta kondisi TKP yang dipenuhi bercak darah. 

Terungkap, Penyebab Amrin Pane Gorok & Tikam RA hingga Tewas di Kuta: Kesal Diminta PSK Bayar Lebih

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Amrin AL Rasyid Pane (20) menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di sebuah rumah kos di Jalan Bhineka Jati Jaya, Kuta, Badung, Jumat (3/5) sekitar pukul 03.00 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pria kelahiran Balikpapan dan beralamat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu tega melakukan aksinya lantaran kesal korban meminta bayaran lebih.

“Pelaku kesal dan emosi karena korban yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial meminta bayaran lebih kepada pelaku,” sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Tribun Bali, Jumat (3/5).

Baca juga: Pembunuhan Sadis PSK di Kuta Bali, Jenazah Rianti Agnesia Dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah

Korban yang diketahui berinisial RA (23) asal Bogor, Jawa Barat itu tewas dengan cara digorok oleh pelaku.

Bahkan, pelaku sempat menikam korban berulang kali hingga akhirnya meninggal dunia.

“Pelaku menggunakan pisau dapur untuk menggorok leher korban dan menikam tubuh korban berulang kali,” beber AKP Sukadi.

Kejadian bermula ketika pelaku memesan PSK melalui sebuah aplikasi MiChat.

Di awal, mereka bersepakat bahwa ongkos jasa PSK Rp. 500.000.

Beberapa menit berselang, korban tiba di TKP yang sekaligus rumah kos pelaku dan langsung masuk ke kamar kos untuk selanjutnya berhubungan badan.

Setelah berhubungan badan, pelaku membayar ongkos jasa PSK Rp.500.000 sebagaimana kesepakatan awal.

Namun, korban justru tak terima dan meminta bayaran lebih hingga mencapai total Rp 1.000.000.

Pelaku tak terima dengan sikap korban.

Ditambah lagi, korban mengancam pelaku akan memanggil kekasih dan rekannya ke TKP.

Baca juga: Retak Tebing Pura Uluwatu Dipatok Rp82 M! Tender Sudah Dimulai, 31 Rekanan Sudah Ajukan Penawaran

Dengan ancaman tersebut, pelaku sontak menganiaya dengan cara menggorok leher korban dari belakang dengan pisau dapur yang ada di kamar kosnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved