Mahasiswa STIP Tewas

TRAGEDI Tewasnya Mahasiswa STIP di Jakarta, Ini Rekaman CCTV Kampus Usai Penganiayaan Putu Satria

Mendiang meninggal dunia, usai mengalami penganiayaan oleh rekan seniornya, dengan hantaman bertubi-tubi di ulu hatinya. 

ISTIMEWA
Rekaman CCTV saat tubuh Putu Satria dibopong mahasiswa STIP Jakarta usai penganiayaan. 

TRIBUN-BALI.COM - Tragedi yang menewaskan Putu Satria, mahasiswa STIP di Jakarta terus bergulir. 

Mendiang meninggal dunia, usai mengalami penganiayaan oleh rekan seniornya, dengan hantaman bertubi-tubi di ulu hatinya. 

Keluarga Putu Satria di Klungkung, Bali pun, tak kuasa menahan kesedihan atas kematian sang putra. 

Bahkan sang ibu memeluk dan menangis di atas peti mati sang anak, saat jasadnya sampai di Bali. 

Baca juga: TEWASNYA Putu Satria di STIP Jakarta, Anggota Dewan Asal Gunaksa Klungkung Akan Kawal Kasus Ini

Baca juga: STATUS WA Terakhir Korban & Firasat Perbekel Sebelum Tragedi Kebakaran Sesetan Tewaskan 1 Keluarga

Ibu dari Putu Satria, Ni Nengah Rusmini saat bersandar di peti putranya, Minggu 5 Mei 2024. Isak tangis mengiringi kepulangan jenazah Putu Satria Ananta Rustika (19) di Klungkung, Bali.
Ibu dari Putu Satria, Ni Nengah Rusmini saat bersandar di peti putranya, Minggu 5 Mei 2024. Isak tangis mengiringi kepulangan jenazah Putu Satria Ananta Rustika (19) di Klungkung, Bali. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

 

Terungkap detik-detik rekaman CCTV yang memperlihatkan tubuh Putu Satria Ananta Rustika (19) tampak dibopong oleh beberapa taruna termasuk diduga tersangka Tegar Rafi Sanjaya.

Hal ini terjadi beberapa saat usai insiden penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.


Berdasarkan rekaman video yang Tribunnews.com terima, terlihat tubuh Putu yang saat itu mengenakan baju olahraga STIP Jakarta warna oranye dibopong oleh lima orang taruna.

Terlihat empat dari lima orang taruna itu memakai pakaian dinas STIP berwarna coklat sedangkan satu lainnya mengenakan kemeja putih.

Dalam video itu juga terlihat kondisi Putu sudah tidak sadarkan diri pada saat dibopong oleh para taruna tersebut.


Sementara itu salah seorang taruna yang diduga merupakan Tegar Rafi terlihat membopong tubuh Putu Satria di bagian kepala.

Selain itu pada saat membopong tubuh Putu, kelima taruna tersebut juga seakan sambil memperhatikan kondisi sekitar.

Tampak situasi di sekitar pada saat itu terdapat beberapa taruna STIP lainnya, namun mereka terlihat hanya halu lalang begitu saja.

Adapun terkait hal ini sebelumnya polisi juga telah menerangkan mengenai kronologi sebelum, sesaat dan setelah insiden penganiayaan yang dialami oleh Putu Satria pada Jum'at (3/5/2024) pagi lalu.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Hady Saputra Siagian menjelaskan, saat itu, mahasiswa tingkat dua sedang ada kegiatan belajar mengajar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved