Mahasiswa STIP Tewas
Babak Baru Kasus Penganiayaan Taruna STIP Asal Klungkung, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru
Kasus Penganiaayn taruna STIP Jakarta asal Bali memasuki babak baru usai kepolisian menatapkan 3 tersangka lain selain Tegar
Dalam kesempatan itu, Budi Karya Sumadi berjanji akan melakukan reformasi atau perombakan sistem pendidikan di setiap sekolah vokasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan, satu diantaranya STIP Jakarta.
Baca juga: TERSANGKA Pembunuh Putu Satria Bertambah 3 Orang, Keluarga Terus Berusaha Cari Bukti Baru
"Apa yang dialami ananda Rio (panggilan Putu Satria), kami kenang sebagai suatu kejadian yang mendalam. Jadi dasar reformasi pendidikan vokasi Kemenhub," ujar Budi Karya Sumadi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Budi Karya Sumadi telah membebastugaskan direktur hingga beberapa pejabat di STIP Jakarta.
Dalam jangka pendek, pihak Kementerian Perhubungan juga mempertimbangkan untuk melakukan moratorium terhadap satu angkatan di STIP.
Sehingga untuk angkatan tahun ini, STIP tidak melakukan rekrutmen terhadap calon taruna tingkat I.
"Jadi kita akan putus satu angkatan, memutus tradisi jelek dan tidak ada lagi senior junior," tegas Budi Karya Sumadi.
Selain itu, nantinya sistem asrama hanya akan diberikan kepada anak-anak tingkat I, sementara anak tingkat selanjutnya bisa tinggal di kos-kos di sekitar kampus.
"Kami juga akan libatkan orang tua untuk ikut mengasuh anak didik, melalui komite sekolah," jelas Budi Karya Sumadi.
Bahkan perombakan juga dilakukan hingga atribut kampus.
Menurutnya atribut yang selama ini dikenakan, terkesan memunculkan persepsi dan pemisah antara senior dan junior.
"Ke depan semua atribut kami hilangkan. Kami akan gunakan yang lebih humanis. Tidak setiap hari kami gunakan seragam itu (dinas),”
“Tapi ada seragam putih, batik, olahraga, dan libur bisa pakaian bebas," jelas Budi Karya Suamadi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.