Mahasiswa STIP Tewas
KISAH Haru Mendiang Putu Satria, Mulai Dari Catatan Dirinya Hingga Sepeda Motor Kesayangan
Suasana duka masih terasa di kediaman Putu Satria Ananta Rustika (19) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Kamis (8/5/2024).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Papan ucapan belasungkawa masih berjejer, di depan pintu masuk rumah pemuda yang meninggal dunia setelah mendapat kekerasan dari seniornya di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta.
Suasana duka masih terasa di kediaman Putu Satria Ananta Rustika (19) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Kamis (8/5/2024).
Di depan rumah, tampak terparkir sepeda motor 2 tak jenis Yamaha RX Spesial yang didapannya terpasang foto Putu Satria.
"Ini sepeda motor kesayangan Rio (panggilan Putu Satria)," ujar ibunda Putu Satria, Ni Nengah Rusmini, Kamis (8/5/2024).
Ia menceritakan, Putu Satria sangat gemar dengan sepeda motor tua, khususnya 2 tak.
Bahkan ia terus memantau sepeda motornya, pada saat menempuh pendidikan di Jakarta.
Tiga hari sebelum meninggal dunia, tepatnya pada 1 Mei 2024 lalu, Putu Satria sempat menelepon ayahnya dan meminta untuk sepeda motornya dipasangi strip (stiker).
Baca juga: TERSANGKA Pembunuh Putu Satria Bertambah 3 Orang, Keluarga Terus Berusaha Cari Bukti Baru
Baca juga: TEWASNYA Putu Satria di STIP Jakarta, Sang Ibu Yakin Pelaku Pembunuh Putranya Lebih Dari Satu Orang

"Tadi teman-temannya yang datang untuk memasang strip (stiker) di sepeda motor Rio," ungkapnya sembari terisak.
Sepeda motor itu juga sembat dibawa, untuk mengantarkan jenazah Putu Satria pulang ke rumah duka setelah disemayamkan beberapa hari di RSUD Klungkung.
"Sepeda motor ini tadi ikut mengantarkan jenazah Rio pulang ke rumah," ungkapnya.
Jenazah Putu Satria tiba di rumah duka sekitar Pukul 07.00 Wita. Jenazah langsung disemayamkan di bangunan Bale Dangin.
Rencananya prosesi pengabenan terhadap jenazah Putu Satria akan berlangsung, Jumat (10/5/2024).
Rasa duka mendalam masih dirasakan Ni Nengah Rusmini, ibunda Putu Satria Ananta Rustika (19) yang meninggal dunia setelah mendapatkan kekerasan dari seniornya di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta.
Air matanya kembali menetes, memandangi foto masa kecil sang putra yang masih terpajang di tembok.
"Ini foto Rio (panggilan akrab Putu Satria), saat usia 4 tahun. Tangannya saat itu patah. Dia anak yang sangat bersemangat," ujarnya sembari menatap foto yang terpasang di kamar putranya itu, Rabu (8/5/2024).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.