Mahasiswa STIP Tewas
Tangis dan Kenangan: Kisah Putu Satria dan Tuntutan Keadilan dari Seorang Ibu
Duka mendalam bagi Ni Nengah Rusmini, ibu dari Putu Satria, seorang taruna STIP Jakarta, yang meninggal usai mengalami kekerasan fisik dari seniornya.
Dalam keterpukulannya, I Ketut Suastika menuntut agar pelaku dihukum berat untuk memberikan efek jera dan menghentikan kekerasan di dunia pendidikan.
"Keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini. Terlebih kematian anak saya dengan cara seperti ini," ujar Suastika. "Saya harap pelaku mendapat ganjaran setimpal untuk memberi efek jera, dan tidak ada lagi kekerasan di dunia pendidikan," ungkapnya.
Ia juga menyoroti respons dari pihak STIP, yang menurutnya seolah-olah mencuci tangan dari kekerasan yang terjadi.
"Mudah-mudahan kedepannya sekolah kedinasan tidak ada lagi korban. Cukup yang terakhir anak saya yang menjadi korban," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Rencana upacara pengabenan Rio dijadwalkan pada Jumat, 10 Mei 2024, saat komunitas lokal dan keluarga berharap dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang penuh semangat dan bermimpi besar untuk keluarga dan negaranya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.