Populer Bali

Viral Bali: Upacara Pengabenan Putu Satria di Klungkung & Perdagangan Daging Anjing di Buleleng

Berita Viral Bali yang pertama menyorot upacara ngaben layon (jenazah) Putu Satria Ananta Rustika (19), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana di depan rumah mendiang Putu Satria (19) jelang pengabenan pada 10 Mei 2024 pagi. 

"Apa yang dialami ananda Rio (panggilan Putu Satria), kami kenang sebagai suatu kejadian yang mendalam. Jadi dasar reformasi pendidikan vokasi Kemenhub," ujar Budi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Budi Karya Sumadi telah membebastugaskan direktur hingga beberapa pejabat di STIP Jakarta.

Dalam jangka pendek, pihak Kemenhub juga mempertimbangkan untuk melakukan moratorium terhadap satu angkatan di STIP.

Sehingga untuk angkatan tahun ini, STIP tidak melakukan rekrutmen terhadap calon taruna tingkat I.

"Jadi kita akan putus satu angkatan, memutus tradisi jelek dan tidak ada lagi senior junior," tegas Budi.

Selain itu nantinya sistem asrama hanya akan diberikan kepada anak-anak tinggat I, sementara anak tingkat selanjutnya bisa tinggal di tempat-tempat kos di sekitar kampus.

"Kami juga akan libatkan orangtua untuk ikut mengasuh anak didik, melalui komite sekolah," jelas Budi.

Bahkan perombakan juga dilakukan hingga atribut kampus.

Baca juga: Hari Ini Jenazah Putu Satria Diaben, Motor Yamaha RX King Kesayangan Ikut Antarkan Almarhum

Menurutnya, atribut yang selama ini dikenakan, terkesan memunculkan persepsi dan pemisah antara senior dan junior.

"Ke depan semua atribut kami hilangkan. Kami akan gunakan yang lebih humanis. Tidak setiap hari kami gunakan seragam itu (dinas), tapi ada seragam putih, batik, olahrahraga, dan libur bisa pakaian bebas," jelas Budi.

Rencana-rencana ini diharapkan bisa mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

"Ini menjadi dasar reformasi pendidikan vokasi di Kemenhub," ujar Budi, menekankan pentingnya perubahan tersebut.

Lebih dari sekedar duka dan keadilan, keluarga Rio juga diberi harapan baru dengan pemberian beasiswa oleh Kemenhub kepada adik Rio, Kadek Anandita Pradnya Swari, untuk melanjutkan pendidikan di sekolah vokasi di bawah naungan Kemenhub.

Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengambil tanggung jawab atas tragedi yang menimpa Rio.

Di tengah rasa sakit dan kehilangan, keluarga Rio berharap reformasi yang dijanjikan dapat membawa perubahan positif, tidak hanya untuk STIP tetapi juga untuk semua institusi pendidikan di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved