Berita Denpasar
Bendesa Adat Intaran Berharap 40 Persen Pekerja di Mall Icon Bali Adalah Masyarakat Lokal Sanur
Bendesa Adat Intaran Sanur, AA Alit Kencana mengatakan, secara umum, dampak ekonomi pasti akan didapat kawasan Sanur
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mall Icon Bali di Jalan Danau Tamblingan Sanur, Denpasar akan segera beroperasi.
Terkait hal tersebut, ada harapan agar tenaga kerja dari kawasan Sanur juga terserap kerja.
Selain itu, juga ada antisipasi terkait masalah kemacetan lalu lintas.
Bendesa Adat Intaran Sanur, AA Alit Kencana mengatakan, secara umum, dampak ekonomi pasti akan didapat kawasan Sanur dengan adanya mall ini.
Baca juga: Saat Mall Icon Bali di Sanur Denpasar Beroperasi, Jalan Danau Tamblingan akan Diberlakukan Satu Arah
Namun ada satu hal yang pihaknya sampaikan, jangan sampai menimbulkan akibat seperti kemacetan.
"Sudah sempat diskusi terkait rekayasa lalu lintas biar tidak macet, biar tidak pembangunan menimbulkan masalah. Sehingga pembangunan menimbulkan dampak positif bagi masyarakat dalam sektor ekonomi dan sosial," katanya.
Pihaknya pun sudah menyampaikan hal itu ke semua stakeholder terkait di Dinas Perhubungan beberapa waktu lalu.
"Kalau dua arah tidak mungkin, jalan sekecil itu, kalau lihat saja mall sekarang yang lagi booming di Gatsu, Living World, segede itu dua arah macet," katanya.
Sehingga untuk di kawasan Icon Bali, harus satu arah untuk mobil.
"Kalau roda dua, biarkan dua arah, karena masyarakat kami di Sanur banyak beraktivitas," katanya.
Dan terkait hal itu pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya ke Pemkot Denpasar yang dalam hal ini Dinas Perhubungan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pihak pengelola Icon Bali agar penerimaan tiket parkir masuk jangan sampai ke jalan.
"Agar penerimaan tiket dilakukan di dalam. Pasang tanda-tanda berapa kapasitas parkir, berapa yang tersisa, jangan sampai orang muter-muter tidak dapat parkir agar tidak menimbulkan kemacetan," katanya.
"Kasihan Icon belum apa-apa sudah dijadikan terdakwa terkait biang kemacetan," katanya.
Sementara terkait tenaga kerja, pihaknya juga sudah berbicara dengan owner Icon Bali yang salah satunya juga warga Sanur.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.