Berita Klungkung

Gamelan Bali Bikin Delegasi Musik Kagum, Dari Pembuatan hingga Tuning Nada yang Manual

Para delegasi yang terdiri dari artis, musik programer, hingga komposer tersebut menyaksikan langsung berbagai proses pembuatan gamelan Bali.

Eka Mita Suputra/Tribun Bali
MEMBUAT GAMELAN - Belasan delegasi Indonesia Music Expo menyambangi sentra pembuatan gemelan Bali "Gong Tari" di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (12/5). Desa Tihingan selama ini memang dikenal sebagai sentra pembuatan gamelan.   

TRIBUN-BALI.COM - Belasan delegasi terdiri dari Indonesia Music Expo (IMEX)  dan Worldwide Music Expo (WOMEX) datang ke sentra pembuatan gemelan Bali "Gong Tari" di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (12/5).

Para delegasi yang berasal dari berbagai negara tiba di Gong Tari sekitar pukul 09.30 Wita. Desa Tihingan selama ini memang dikenal sebagai sentra pembuatan gamelan. Mereka diterima langsung pemilik Gong Tari sekaligus maestro pembuatan gamelan, I Gede Suwandi Yasa.

Para delegasi yang terdiri dari artis, musik programer, hingga komposer tersebut menyaksikan langsung berbagai proses pembuatan gamelan Bali. Mulai dari menempa besi, hingga melihat cara perajin gamelan melakukan tuning atau stem (pencocokan) nada gamelan secara manual hingga menghasilkan suara selaras.

Seorang delegasi, Miriam Brenner mengaku terkesima dengan musik nusantara, khususnya musik gamelan Bali. Produser Musik asal Belanda tersebut mengatakan, gamelan merupakan bagian penting dari kebudayaan Bali.

Baca juga: HASUT Pacar Beli Barang Branded, Komang ASD Nekat Maling Emas Majikan Hingga Senilai Rp 95 Juta

Baca juga: OPERASI Sikat Agung! Polres Bangli Amankan 5 Tersangka, 2 Diantaranya Masih Dibawah Umur

MEMBUAT GAMELAN - Belasan delegasi Indonesia Music Expo menyambangi sentra pembuatan gemelan Bali
MEMBUAT GAMELAN - Belasan delegasi Indonesia Music Expo menyambangi sentra pembuatan gemelan Bali "Gong Tari" di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (12/5). Desa Tihingan selama ini memang dikenal sebagai sentra pembuatan gamelan.   (TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA)

"Saya sangat tertarik melihat langsung proses pembuatan gong, bagaimana cara mereka tuning nada, dan bagaimana maestro bisa membuat gong dengan keahlian mereka," ungkap Brenner dalam bahasa Inggris.

Hal serupa diungkapkan Direktur Womex, Christine Semba. Kata dia, menyaksikan langsung pembuatan gamelan Bali merupakan pengalaman yang luar biasa. "Semua tahu Bali dan Indonesia masih melestarikan tradisinya dan sangat mencintai budayanya," jelasnya.

"Saya sangat menghormati hal ini untuk tetap mempertahankan tradisi dan sangat indah. Ini adalah pekerjaan menakjubkan dan untuk kami menjadi sesuatu yang spesial untuk merespons kegiatan ini," sambung perempuan asal Perancis tersebut.

Sementara itu, I Gede Suwandi Yasa berharap, kedatangan para delegasi musik ini semakin mempopulerkan gamelan Bali di mancanegara. “Semoga gamelan Bali semakin tenar di dunia,” harapnya.

IMEX 2024 digelar Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia. Acara ini untuk memperkenalkan produk musik nusantara ke pasar dunia. Acara dibuka di Museum Puri Lukisan Ubud, sejak Kamis 9 Mei 2024. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved