Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Disdikpora Buleleng Imbau Sekolah Agar Study Tour di Bali, Astika: Kenali Daerah Sendiri Dulu

pihak sekolah diminta untuk memperhatikan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Buleleng.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika - Disdikpora Buleleng Imbau Sekolah Agar Study Tour di Bali, Astika: Kenali Daerah Sendiri Dulu 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) Buleleng mengimbau kepada sekolah yang melaksanakan study tour, untuk dilakukan di areal Bali saja.

Mengingat Bali memiliki banyak tempat edukasi, selain itu agar perputaran uang terjadi di daerah sendiri.

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika ditemui Senin 20 Mei 2024 mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang sekolah untuk melaksanakan kegiatan study tour.

Sebab menurutnya kegiatan itu juga penting untuk pendidikan.

Baca juga: Dinas Pendidikan Tabanan Bali Minta Study Tour Tak Dijadikan Program Wajib Sekolah

Di mana siswa dapat mengenal lebih jauh obyek-obyek wisata serta kemajuan pendidikan di daerah lain.

"Apa yang bagus di daerah yang dikunjungi, bisa diterapkan di sekolah sendiri," ucapnya.

Meski tidak melarang, namun Astika berharap kegiatan study tour hanya dilakukan di areal Bali.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk memperhatikan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Buleleng.

Di mana dalam surat itu, sekolah harus memperhatikan kondisi kendaraan, sehingga dapat dipastikan aman untuk digunakan saat study tour.

"Harapannya di Bali saja lah. Kenali daerah sendiri dulu. Jangan cari transportasi yang kondisinya kurang baik. Study tour itu penting, untuk pengenalan lingkungan, objek wisata dan kemajuan pendidikan du daerah lain," ucapnya.

Astika juga menegaskan, tidak boleh ada pemaksaan dalam kegiatan study tour ini.

Apabila ada siswa yang menolak untuk ikut dengan alasan keterbatasan ekonomi, maka pihak sekolah tidak boleh memaksa.

"Hanya yang ikut yang bayar. Kalau tidak mau ikut, tidak boleh dipaksa," katanya.

Sementara terkait besaran pungutan dalam kegiatan study tour, Astika menyerahkan sepenuhnya pada kesepakatan antara orangtua siswa dan komite sekolah.

"Sekolah dilarang melakukan pungutan. Tapi kalau sudah ada kesepakatan bersama antara orangtua dan komite, dipersilahkan. Jangan sekolah yang kelola tapi komitenya," tandasnya. (rtu)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved