Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kebakaran di Denpasar

Si Jago Merah Lahap Rumah di Jalan Sutoyo, Asap Tebal Bersumber dari Dapur

Sebuah rumah di Jalan Sutoyo, Denpasar terbakar pada Senin (20/5) sekitar pukul 10.00 Wita.

Tayang:
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
Tribun Bali live FB
Situasi Konidis Pasca Kebakaran yang Melahap 1 Bangunan Berlantai 2 di Jl. Sutoyo Denpasar Bali 20 Mei 2024 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah rumah di Jalan Sutoyo, Denpasar terbakar pada Senin (20/5) sekitar pukul 10.00 Wita. Sejumlah saksi mengaku awalnya melihat kepulan asap dari arah dapur.

Seperti disampaikan saksi Ida Bagus Arnaja (77), mulanya dia melihat kepulan asap di atas atap genteng dapur.

Mengetahui kejadian itu, Arnaja berusaha menyiramkan air dengan menggunakan ember untuk memadamkan api.

Namun, usahanya itu tak menbuahkan hasil.

“Saksi menerangkan bahwa awalnya saksi melihat ada asap di atas atap genteng dapur. Selanjutnya saksi berusaha menyiram dengan air menggunakan ember namun tidak berhasil,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.

Baca juga: RAWAN Kebakaran Lahan & Hutan, Tercatat Ada 13 Desa di Buleleng, Simak Arahan BPBD Berikut Ini

Selanjutnya, Arnaja menghubungi pemadam kebakaran yang dilanjutkan dengan menghubungi pemilik rumah.

Saksi lainnya, Wadiran (54) mengaku mendatangi TKP sekitar pukul 08.30 Wita guna membuat kanopi.

Lantaran belum ada besi, dia meminta tuan rumah, Gus De, untuk membeli besi. Ketika menunggu, Wadiran melihat kepulan asap dari arah dapur.

“Pada saat menunggu besi datang saksi melihat ada kepulan asap dari arah dapur,” tambah AKP Sukadi.

Menindaklanjuti hal itu, Wadiran menggedor pintu kamar pemilik rumah guna memberitahukan hal tersebut.

Salah satu pemilik rumah bangun dan memberikan kunci untuk membuka pintu dapur.

Naas, kunci yang diberikan tadi ternyata tak cocok dengan pintu dapur. Wadiran kemudian menghubungi Gus De guna memngabarkan bahwa rumahnya terbakar.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran. Namun, polisi menduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

“Belum dapat dipastikan namun dugaan sementara kerena hubungan arus pendek listrik,” ungkap AKP Sukadi.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar yang mendapat lapora, mengerahkan enam unit armada guna memadamkan api.

Baca juga: 6 Armada Dikerahkan, Pemadaman Api Kebakaran di Jalan Sutoyo Denpasar Sempat Terkendala Angin

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana mengatakan, enam unit tersebut terdiri dari 5 armada Kota Denpasar dan 1 unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung.

Bantuan armada dari Kabupaten Badung dilakukan lantaran armada lain yang ada di Kota Denpasar sedang bersiaga untuk pengamanan.

“Kami kerahkan semua pos dengan empat armada, termasuk armada komando satu. Jadinya lima (armada). Dibantu sama armada Badung satu unit. Kebetulan pemadam kami ada beberapa yang bertugas ngepam,” ujar Tirana di TKP.

Tirana mengaku, pihaknya mendapat informasi kebakaran tersebut pukul 10.40 Wita. Berselang lima menit, pihaknya telah berada di TKP. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 Wita. (mah)

Pemadaman Terkendala Angin

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana mengaku sempat terkendala angin saat melakukan pemadaman api. Pasalnya, angin cukup kencang sehingga membuat asap semakin pekat.

Kendati demikian, Tirana mengaku pihaknya dapat mengatasi hal tersebut dengan berbagai upaya.

“Kendalanya anginnya cukup keras. Sehingga menyulitkan untuk memadamkan. Saat mulai gerak kami, asap cukup tebal, angin keras. Itu kendala. Tapi dapat kami atasi,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Jalan Sutoyo Denpasar, Saksi Lihat Kepulan Asap dari Arah Dapur

Walhasil, api berhasil dijinakkan setelah 2 jam berselang, termasuk proses pendinginan. BPBD dan Dinas Sosial bertugas untuk mendata kerugian yang disebabkan dari kebakaran tersebut.

“Astungkara api bisa dipadamkan sekitar 2 jam. Pendinginan juga sudah selesai. Tinggal BPBD dan Dinas Sosial yang mendata kerugian yang disebabkan oleh kebakaran,” pungkasnya.

Saat pemadaman, petugas Dinas Perhubungan dan Pecalang bersiaga di Simpang Empat Jalan Sutoyo - Jalan Hasanuddin, Denpasar guna mengatur arus lalu lintas.

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara juga terlihat hadir memantau proses pemadaman api.

Salah satu keluarga korban, Ida Bagus Rama (58) mengaku tak mengetahui pemicu kebakaran itu.

Sebab, rumah kala itu sedang kosong. Pun dengan keluarga lainnya yang tinggal di TKP.

Mereka, kata Rama, sedang tak berada di rumah karena sejumlah aktivitas. Mulai dari bekerja, hingga kesibukan lainnya.

“Nggak tahu dari mana sumber (penyebab) apinya. Saya tinggal di Drupadi. (Yang tinggal di TKP) ibu sama bapak saya. Sama ada keponakan dan istrinya,” ujarnya.

Disinggung kronologi, mulanya Rama mendapat panggilan telepon dari salah seorang rekannya yang menyampaikan bahwa terjadi kebakaran.

Mengetahui hal itu, Rama kemudian menyambangi TKP dan mendapati kediaman kedua orangtuanya telah terbakar.

"Ada yang telepon. Teman di sini yang menelepon. Mungkin sekitar jam 10.30 Wita. Ini atap. Terbuat dari kayu. Ini (awal mula api) dari lantai dua,” ujarnya.

Terkait kerugian, Rama tak dapat menyebutkan secara pasti. Namun, dia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. “Belum (menghitung). Kemungkinan lebih (Rp 500 juta),” pungkasnya. (mah)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved