Berita Bangli

Tak Satupun Desa Wisata Di Bangli Masuk Nominasi ADWI 2024

Desa Wisata Undisan Kecamatan Tembuku, Bangli meraih Juara 3 Kategori Desa Wisata Maju, dalam ajang ini. 

ist
Desa Undisan yang merupakan desa wisata, masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022. Berkaitan dengan hal tersebut, Menparekraf, Sandiaga Uno, mengunjungi desa wisata Desa Undisan pada Jumat 12 Agustus 2022.  Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kemenparekraf mengunjungi beberapa lokasi. Mulai dari Puri Karang, hingga De Klumpu Bali Eco Tradi Stay. Disela-sela kunjungannya, Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan ada tujuh katagori dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Pihaknya mendukung agar desa wisata Desa Undisan bisa meraih hasil yang baik. "Selain itu, keberadaan desa wisata Desa Undisan ini, menjadi penopang menciptakan 1,1 Juta lapangan kerja baru. Tahun 2024 target mencipatakan 4,4 juta lapangan kerja baru," sebutnya. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI kembali meluncurkan nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Hingga kini progresnya pun telah memasuki kurasi 100 besar.

Kendati demikian, tidak ada satupun desa wisata di Bangli yang masuk nominasi.

Baca juga: Selamat Jalan Made NP, Bocah Kelas 2 SD Meninggal Dunia di Karangasem, Dugaan Penyakit Ini Menguat

Padahal di wilayah Kabupaten Bangli terdapat puluhan Desa Wisata yang tersebar di empat kecamatan.

Pada tahun 2022 lalu, Desa Wisata Undisan yang ada di Kecamatan Tembuku, Bangli bahkan meraih Juara 3 Kategori Desa Wisata Maju, dalam ajang ini. 

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Gede Budiastawa saat dikonfirmasi mengungkapkan, kabupaten Bangli sejatinya mengusulkan dua desa wisata pada ajang ADWI 2024.

Baca juga: Saat Nunas Baos Made Ingin Bertemu Istrinya yang Sudah Wafat, Kini Nekat Ulah Pati di Bangli

Kendati demikian, keduanya tidak lolos pada proses administrasi. 

"Kita terkedala di proses administrasi saat masuk ke (website) Jadesta. Karena sekarang agak ribet untuk input di sistem tersebut, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang itu SK kegiatan harus sudah siap dan diupload di sistem. Selain itu harus ada admin khusus untuk itu," ucapnya Jumat (24/5/2024).

Dalam nominasi ADWI terdapat tiga kategori. Diantarnya rintisan, berkembang dan maju. Desa wisata bisa kembali diusulkan untuk nominasi ADWI apabila masih berada di kategori rintisan dan berkembang. "Kalau sudah terkategori maju seperti desa Undisan, itu tidak bisa," imbuhnya. 


Pihaknya pun berkomitmen pada tahun 2025 nanti akan mengusulkan dua desa wisata. Meliputi Desa Wisata Catur dan Desa Wisata Abang Erawang, Kecamatan Kintamani. Keduanya masuk kategori rintisan.


"Biasanya yang dinilai dari proposalnya. Kalau di proposalnya sudah ada kunjungan banyak, ada kesiapan, maka dari panitia seleksi yang mengkategorikan," ucapnya. 


Dikatakan pula, Desa Wisata Catur, Kecamatan Kintamani pada tahun 2019 sudah sempat menjadi juara II se-Bali. Desa Wisata Catur terkenal dengan lahan perkebunan kopi dan jeruk, serta alam yang sejuk. "Disamping itu juga ada akulturasi budaya, tepatnya di Banjar Lampu," jelasnya. 


Sedangkan Desa Wisata Abang Erawang, merupakan desa wisata yang terdiri dari tiga desa dinas. Diantaranya Desa Suter, Desa Abang Songan dan Desa Abang Batudinding. "Abang Erawang ini merupakan bagian dari Unesco Global Geopark," ucapnya. 


Berdasarkan Peraturan Bupati tahun 2018, Bangli sejatinya memiliki total 31 desa wisata. Namun dari jumlah tersebut, Budiastawa tak memungkiri hanya hitungan jari desa wisata yang tergolong aktif. 


"Kurang lebih dibawah 10 desa wisata yang aktif, karena mereka bisa mendatangkan wisatawan. Sedangkan sisanya masih menunggu komitmen masyarakat. Oleh sebab itu kami pun akan berupaya kembali mengaktifkan lagi desa-desa wisata di Bangli," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved