Pilkada Bali 2024
Ada 486 TPS untuk Pilkada 2024 di Jembrana, KPU Masih Proses Pemutakhiran Data, Target 80 Persen
Adi Sanjaya menyebutkan, berdasarkan DP4 saat ini sudah ada 486 TPS untuk Pilkada 2024 mendatang.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pilkada 2024 akan digelar 27 November 2024 mendatang.
Tahapan demi tahapan sudah dilakukan pihak KPU Jembrana selaku penyelenggara.
Di Jembrana, total bakal ada 486 TPS yang tersebar di seluruh wilayah dengan acuan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).
Di sisi lain, KPU Jembrana juga menargetkan 80 persen partisipasi pemilih pada pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Wali Kota, Wakil Wali Kota serta Bupati dan Wakil Bupati mendatang.
Baca juga: Bertugas Hingga Januari 2925, PKD Pilkada di Tabanan Dapat Honor Rp 1,1 Juta, Bangli Lantik 72 PKD
Berdasarkan DP4 saat ini tercatat ada 246.088 jiwa.
Rinciannya, laki-laki sebanyak 121.371 orang serta perempuan sebanyak 124.717 orang.
Tentunya jumlah tersebut masih berpotensi berkurang pada saat pemutahiran data pemilih, karena pemilih yang terdaftar dalam DP4 kemungkinan ada yang sudah meninggal, tetapi belum melengkapi administrasi kependudukan sehingga masih terdaftar dalam DP4 yang diterima dari Kemendagri.
"Saat ini kami sedang proses pemutakhiran pemilih dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang akan ditetapkan dalam DPT," kata Ketua KPU Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya saat dikonfirmasi, Senin 3 Juni 2024.
Adi Sanjaya menyebutkan, berdasarkan DP4 saat ini sudah ada 486 TPS untuk Pilkada 2024 mendatang.
Jumlah ini berkurang jauh dari pelaksanaan Pemilu 2024 lalu yang jumlahnya sebanyak 898 TPS.
Sebab, pada Pemilu jumlah pemilih sekitar 300 orang pemilih per TPS.
"Kalau saat ini, jumlah pemilihnya bisa 500 orang lebih per TPS. Jika Pemilu kan maksimalnya 300 orang pemilih," sebutnya.
Disinggung mengenai target partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 mendatang, Adi Sanjaya menyebutkan masih di angka 80 persen atau masih sama dengan Pemilu pada Februari 2024 lalu.
Untuk memenuhi targetnya, pihaknya akan melakukan penyisiran pemilih lebih teliti lagi agar pemilih yang sudah meninggal atau pindah ke daerah lain tidak terdaftar lagi dalam DPT.
"Kita target 80 persen partisipasi pemilih. Naik dibandingkan Pilkada 2020 lalu," tandasnya.
Kumpulan Artikel Pilkada
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.