Berita Denpasar
Jalan Danau Tamblingan Denpasar Batal Satu Arah, Timbulkan Kemacetan, Muncul Protes Warga Setempat
ATCS milik Provinsi Bali di kawasan tersebut tidak berfungsi dengan baik karena ada komponen yang harus diperbaiki.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Kalau padat di Jala Danau Tamblingan ke mall akibat antrean karena baru dan banyak pengunjung. Kalau padat, simpang Semawang dialihkan ke Bumi Ayu karena kepadatan di simpang mall. Apalagi, kepadatannya sepenggal hanya simpang Taman Sari sampai ke pintu masuk mall," katanya.
Sistem buka tutup tersebut akan berlaku hingga nantinya sampai betul-betul terkendali dan terwujudnya kelancaran lalu lintas di kawasan Sanur.
Pihaknya pun akan terus menempatkan petugas di sana.
"Sampai nanti ada solusi lainnya, sebab kawasan tersebut memang harus ada pengurangan parkir atau bersihkan parkir untuk bisa mengurai kemacetan," kata Sriawan.
Pihaknya juga masih melihat lokasi tempat parkir yang tepat agar karyawan juga bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk parkir.
Jalanan macet di depan Mall Icon Bali Sanur membuat pengendara sepeda motor memutar otak untuk mendapatkan jalan pintasan.
Sehingga banyak di antara mereka melintasi gang pribadi milik warga yang banyak berisikan penginapan dan vila.
Akibatnya banyak turis menginap yang komplain sebab jalanan vill tampak ramai suara kendaraan.
Hal ini membuat Kadek Artayasa, penduduk asli Sanur yanjuga pemilik penginapan di Gang 60 menutup akses jalan Gang 60 selain untuk penghuni gang.
Gang 60 ini berada tepat di depan Mall Icon Bali.
Saat macet pengendara motor masuk ke gang tersebut untuk mencari jalan pintas.
“Ini kebetulan adalah gang keluarga. Jadi kalau kerusakan jalan ini kan tidak ada kontribusi buat kita. Di sini juga ada penginapan banyak. Semua ini penginapan keluarga. Jadi efek depan itu sangat merugikan bagi kami. Kearifan lokal di sini juga sudah mulai hilang sangat disayangkan sekali,” jelas Kadek Artayasa, Sabtu 8 Juni 2024.
Kata Kadek, banyak sekali pemotor yang masuk ke gang ini karena macet di jalanan utama depan mall.
Bahkan ia memasang plang pembatas tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Bali yang bertuliskan ‘Dilarang masuk di gang ini. Dilarang parkir di area gang ini. Ada mobil keluar masuk’.
“Kalau ini (macet di Sanur) mungkin karena weekend ya. Jadi Sabtu kebetulan karena ada live music. Jadi buat macet. Jam 3 sore biasanya ada tanda-tanda (macet) sampai malam. Tamu pada komplain setiap hari mendengar suara motor di gangnya,” imbuhnya.