Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Terkesan Eksklusif, Perlu Kolaborasi Antara Perajin dan Desainer untuk Memasyarakatkan Endek Bali

Tutde Togog, seorang perancang busana di Bali, menekankan pentingnya kolaborasi antara perajin dan perancang busana.

Tribun Bali/Putu Supartika
Pelaksanaan fashion show endek di Denpasar - Terkesan Eksklusif, Perlu Kolaborasi Antara Perajin dan Desainer untuk Memasyarakatkan Endek Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kain endek Bali merupakan salah satu warisan budaya khas Bali yang hingga kini masih terkesan eksklusifnya.

Namun, untuk memperluas jangkauan dan popularitasnya, dibutuhkan upaya kolaboratif antara perajin dan desainer.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memasyarakatkan kain endek Bali, sehingga tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional yang kaku dan hanya digunakan dalam acara tertentu, tetapi juga sebagai bagian dari tren fashion modern.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya untuk memasyarakatkan kain endek Bali.

Baca juga: BORONG Endek di Klungkung, Kahiyang Ayu Sebut Untuk Oleh-oleh Bapak & Ibu, Ini Kata Putri Jokowi

Menurutnya, selama ini kain endek sering kali terkesan eksklusif dan terbatas penggunaannya.

Berbagai langkah telah diambil untuk mengubah persepsi ini, termasuk menggelar fashion show dan fashion street untuk mempromosikan kain endek.

"Sebelumnya, kain endek terkesan hanya digunakan untuk kegiatan adat dan oleh orang tua. Kini, semua kalangan bisa menggunakan endek dan dapat digunakan di berbagai kegiatan dengan desain yang beragam," kata Sri Utari, Selasa 18 Juni 2024.

Dalam upaya ini, kreativitas dalam desain memainkan peran penting.

Untuk mengembangkan pasar kain tenun Bali, khususnya endek, dibutuhkan berbagai inovasi dalam motif dan warna kain serta desain busana yang menarik.

Tujuannya adalah agar kain endek Bali tidak hanya dianggap sebagai kain tradisional yang kaku, tetapi juga bisa digunakan sebagai bagian dari tren fashion modern.

Tutde Togog, seorang perancang busana di Bali, menekankan pentingnya kolaborasi antara perajin dan perancang busana.

Togog menjelaskan bahwa kolaborasi ini penting agar kain endek bisa mengikuti tren warna dan motif dunia yang menarik pasar.

"Kami selalu berharap agar perajin terkoneksi dengan para desainer. Mereka perlu mengetahui perkembangan motif di dunia seperti apa, sehingga hasil karyanya tidak asal-asalan," kata Togog.

Dengan adanya kolaborasi yang erat antara perajin dan desainer, diharapkan dapat tercipta busana kain endek yang lebih menarik dan sesuai dengan selera pasar saat ini.

Tren fashion kain endek saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik, baik dari segi motif, warna, maupun rancangan busananya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved