Kebakaran di Denpasar
BREAKING NEWS! Gudang Logistik di Kantor BPBD Bali Terbakar
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari BPBD Bali sekitar pukul 12.04
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gudang logistik di Kantor BPBD Bali, Jalan Panjaitan, Denpasar terbakar pada Rabu 26 Juni 2024 siang.
Pantauan Tribun Bali di TKP, tampak atap gudang telah hangus dan penyok akibat terbakar.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Kota Denpasar telah berjibaku memadamkan api di TKP.
Terlihat 3 armada pemadam kebakaran dikerahkan guna memadamkan api yang membakar bangunan lantai II itu.
Baca juga: Pj Gubernur Bali Desak Polda, Usut Tuntas Kebakaran Gudang Elpiji yang Tewaskan 18 Orang
Tak berselang lama, armada pemadam kebakaran lainnya terus tiba di TKP secara silih berganti.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari BPBD Bali sekitar pukul 12.04 Wita.
3 menit berselang, personel pemadam kebakaran disebut telah berada di TKP untuk bersiap memadamkan api.
Tirana kemudian mengerahkan pos pemadam kebakaran lainnya. Seperti Pos Induk, Pos Mahendradatta, hingga Pos Cokroaminoto.
Sehingga, total armada yang dikerahkan guna memadamkan api disebut sebanyak 6 unit.
“Awalnya kami menerima laporan pukul 12.04 (Wita). 12.07 (Wita) kami sudah di sini. Menyusul Pos Induk, Mahendradatta, dan Cokroaminoto. Jadinya sekitar 6 unit kendaraan,” ungkapnya saat ditemui Tribun Bali di TKP.
Api dengan cepat membesar lantaran barang-barang tersebut dikatakan Tirana mudah terbakar.
Sejumlah barang-barang yang terbakar, kata dia, yakni masker hingga kasur bantuan yang diperuntukkan bagi korban bencana.
“Yang terbakar ini, tadi saya tanya ini gudang logistik. Kebetulan barang yang ada di dalam, mudah terbakar. Ada masker, kasur. Makanya api cepat membesar,” bebernya.
Hingga sekitar pukul 13.00 Wita, api disebut telah padam, dan pihaknya kini tengah melakukan pendinginan.
Disinggung soal penyebab kebakaran, Tirana tak dapat berbicara banyak. Kendati demikian, api dikatakan berasal dari lantai II gedung.
Pasalnya, pegawai BPBD Bali sempat berusaha memeriksa bangunan tersebut begitu melihat kepulan asap dengan mempersiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Itu (penyebab) dari pihak BPBD juga tidak bisa bilang. Karena api muncul di atas. Begitu dari BPBD mau naik, mau pakai APAR, ternyata api sudah besar. Makanya kami ditelepon,” jelas Tirana.
Sementara itu, Babinsa Sumerta Kelod, Sertu Mega Arya menduga, penyebab kebakaran lantaran adanya korsleting listrik.
“Belum bisa dipastikan. Tapi sepertinya korsleting listrik,” ujarnya kepada Tribun Bali di TKP.
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.