Pilkada Sumut

PDIP Ibarat Semut di Pilkada Sumut, Hadapi Mantu Presiden yang Didukung Banyak Parpol

Anggota Komisi IV DPR RI ini juga merespons soal kekuatan PDIP di Jawa Tengah jika Kaesang benar maju di sebagai cagub.

KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
TIDAK TAKUT - Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat saat memberi keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu. Ia menyatakan tak takut menghadapi keluarga Jokowi di Pilkada Serentak 2024. 

TRIBUN-BALI.COM - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menilai praktik abuse of power sudah terjadi di Pilpres 2024. Ia mengingatkan penyalahgunaan kekuasaan agar tidak terjadi lagi di Pilkada serentak 2024.

"Kami cuma wanti-wanti jangan lagi dilakukan, baik di Sumut maupun dimanapun juga, itu praktik-praktik abuse of power dampak dari Pilpres," kata Djarot di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (11/7).

Memang keluarga Jokowi akan maju di Pilkada 2024. Menantu Jokowi, Bobby Nasution akan bertarung sebagai kepala daerah di Pilkada Sumatera Utara 2024. Anak bungsu Jokowi yakni Kaesang Pangarep juga dikabarkan akan maju di Pilkada Jawa Tengah 2024.

Terkait hal itu, Djarot meminta agar tidak lagi terjadi praktik-praktik yang bernuansa abuse of power di Pilkada mendatang. Salah satu bentuk yang dijadikan fokus yakni pengerahan aparat penegak hukum di daerah-daerah. "Terutama pengerahan aparat penegak hukum untuk menarget orang per orang. Itu tidak bagus," kata dia.

Anggota Komisi IV DPR RI ini juga merespons soal kekuatan PDIP di Jawa Tengah jika Kaesang benar maju di sebagai cagub. Kata Djarot, PDIP tidak akan takut melawan siapapun yang mau bersaing jika dilakukan dengan etika dan moral politik yang baik.

Baca juga: 2 Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pilkada ke MK, Presiden dan Menteri Diminta Tak Ikut Kampanye!

Baca juga: BBM NAIK? Sinyal Makin Jelas Agustus 2024 Ini, Masyarakat Kelas Menengah Paling Terdampak!

"PDI Perjuangan itu bukan banteng penakut, kita itu partai ideologis ya sepanjang proses itu sesuai dengan aturan, sepanjang sesuai dengan konstitusi, sepanjang itu memuliakan etika dan moral, ya," kata Djarot.

"Kemudian sepanjang itu melakukan proses pendidikan politik yang baik, yang mencerahkan, yang mencerdaskan, yang menghindari abuse of power," demikian tandas dia.

Ia juga katakan, PDIP tak bakal gentar menghadapi menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Sumatera Utara 2024. "Kita juga belum tahu pasangannya dia siapa, Bobby siapa. Kalau untuk kursi itu udah diborong. Ada yang mengatakan itu koalisi gemuk, koalisi gajah, koalisi raksasa, begitu ya," kata Djarot.

Djarot menyebut, PDIP lebih memilih untuk membangun kekuatan di tataran grassroot. Selain itu, PDIP juga masih berusaha untuk membangun koalisi dengan partai politik lain untuk menghadapi Pilkada Sumatera Utara.

Djarot mengibaratkan partainya saat ini seperti semut yang melawan gajah di Pilkada Sumatera Utara. "Memang yang menjadi kunci itu sekarang tinggal PDI Perjuangan. Kita akan berusaha untuk tetap membangun koalisi, membangun kerja sama dengan rakyat di bawah. Kita akan bentuk koalisi sendiri. Biarkan semut melawan gajah," ujarnya.

"Saya teringat waktu kecil itu ada permainan apa suit ya, gajah itu kan jempol katanya, semut itu apa? Kelingking. Semut sama gajah, kelingking sama gajah menang mana? Menang semut. Menang kelingking. Kenapa? Karena kita akan membangun kerja sama dengan rakyat kecil," sambungnya.

"Semut-semut ini loh. Semut merah, semut rangrang, semut hitam. Ini kita nanti akan bersama-sama melawan gajah. Gampang kalau melawan gajah itu paling gampang itu serang telinganya. Katanya. Telinganya diserang, jatuhlah dia," pungkas Djarot.

Sejauh ini Bobby Nasution sudah mengantongi dukungan untuk maju di Pilkada Sumut 2024 oleh beberapa partai politik. Partai yang dimaksud yakni, Gerindra, Golkar, Demokrat, PKB, NasDem, PAN dan NasDem. (tribunnews)

TIDAK TAKUT - Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat saat memberi keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu. Ia menyatakan tak takut menghadapi keluarga Jokowi di Pilkada Serentak 2024.
TIDAK TAKUT - Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat saat memberi keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu. Ia menyatakan tak takut menghadapi keluarga Jokowi di Pilkada Serentak 2024. (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Banteng Gerilya Mencari Calon

PDI Perjuangan mulai bergerilya membentuk poros baru melawan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Sumatera Utara 2024. Ada sejumlah nama yang sudah dibidik partai berlogo banteng moncong putih tersebut.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, PDIP memiliki banyak opsi sosok yang bisa dimajukan di Pilkada Sumut 2024. Di antaranya, Gubernur Sumut petahana, Edy Rahmayadi hingga Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.

"Suara masyarakat yang disalurkan melalui PDI Perjuangan ada beberapa, ada Pak Edy Rahmayadi masuk di situ, ada Nikson Nababan masih di situ. Kami juga punya banyak stok, ada akademisi, tokoh orang Jawa yang bagus itu doktor Sutarto," kata Djarot.

Selain mereka, kata Djarot, pihaknya juga memiliki tokoh Tionghoa yang bisa maju di Pilkada Sumut. Dia adalah dokter Sofyan Tan sekaligus tokoh Medan Deli Serdang. Kemudian, ada pula Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon yang juga Bupati Samosir.

Kata dia, ini membuktikan PDIP sebagai partai ideologis menjalankan fungsi utama partai politik. "Bagaimana kita mempersiapkan kader-kader menggodok menggembleng di sekolah partai supaya mereka nanti akan kita siapkan kita tugaskan berlaga di jenjang eksekutif," ungkapnya.

"Untuk Sumut ini masih pendalaman dan kami membangun komunikasi dengan partai-partai yang belum bergabung ke sana. Ada kan, PKS, kemarin DPD PDIP Perjuangan silaturahmi berkomunikasi dengan PKS karena PKS sudah dua kali ke kantor DPD. Kemudian juga membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat," kata dia. (tribunnews)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved