Berita Jembrana

Tiga Rumah Terbakar Sekaligus di Jembrana, Dramatis Saat Terdengar Teriakan

Tiga Rumah Terbakar Sekaligus di Jembrana, Dramatis Saat Terdengar Teriakan

istimewa
Suasana di TKP kebakaran rumah warga Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Selasa 16 Juli 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Warga di Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, digegerkan dengan peristiwa kebakaran rumah, Selasa 16 Juli 2024.

Sedikitnya ada tiga rumah yang terbakar dan satu diantaranya ludes.

Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat korsleting listrik.

Baca juga: Curhatan Ni Komang Murdani, Istri Made Dwi yang Tewas di Jepang, 8 Juli Jadi Hari yang Janggal

Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sebab, sejumlah barang berharga seperti emas batangan hingga uang tunai juga ludes terbakar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Selamat Jalan Made, Kecelakaan Tragis di Jepang, Keluarga di Jembrana Tunggu Jenazah

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa kebakaran yang terjadi 50 meter di sebelah selatan Pasar Ijo Gading Negara tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA.

Awalnya, satu rumah milik warga, Suparman (59) terlihat mengalami kebakaran pada bagian atap rumahnya.

Karena dalam lingkungan rumah padat penduduk, api kemudian merembet ke sisi kanan dan kiri rumah pertama kebakaran.

Akhirnya rumah kedua milik Fadli (46) ikut terbakar.

Kemudian merembet lagi ke rumah milik Siska Fatmawati.

Tiga pemilik rumah tersebut masih ada hubungan saudara.

Akibat kejadian tersebut, hanya rumah milik Suparman yang terbakar habis alias ludes.

Sementara rumah lainnya mengalami kebakaran hanya sebagian.

Namun kerugian ditimbulkan ditaksir hingga ratusan juta.

Sebab, selain bangunan, sejumlah barang berharga juga terbakar.

Bahkan ada emas batangan milik korban serta belasan juta uang tunai yang disimpan dalam rumahnya juga ludes terbakar.

"Awalnya dengan suara teriakan cucunya (korban) dari dalam rumah (Suparman). Karena di dalam rumahnya ada bibi (istri Suparman) juga yang habis operasi," tutur anak salah satu korban (Fadli), Wahyudi (23) di lokasi.

Menurutnya, teriakan tersebut berasal dari dalam rumah korban sehingga langsung bergegas untuk menyelamatkan keponakan dan bibinya tersebut.

Setelah itu, api kemudian semakin membesar karena cuaca yakni angin kencang yang mempercepat sebaran api. 

"Titik apinya itu di kamar tengah korban. Setelah saya evakuasi bibi yang habis operasi, api semakin membesar dan merembet," tuturnya.

Dia menyebutkan, kebakaran ini melibatkan korban yang masih dalam satu keluarga. Kemudian lokasi rumahnya juga berdekatan.

"Masih saudara dan rumahnya berdekatan," katanya.

Terpisah, Kabid Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja menuturkan, sedikitnya ada tiga rumah tinggal warga yang terbakar. Hanya saja, satu rumah milik warga atas nama Suparman yang ludes, dua lainnya mengalami kebakaran sebagain.

"Awalnya satu rumah (yang terbakar), tapi kemudian merembet karena lokasinya berdekatan," jelasnya. 

Dia menyebutkan, pasca menerima laporan tersebut pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan. Penanganan juga dibantu oleh warga setempat. 

"Penanganan sekitar 1,5 jam dilakukan. Beruntungnya tidak ada korban jiwa, namun kerugian material hingga ratusan juta. Karena mulai dari bangunan, barang berharga dan ada uang tunai juga," ungkapnya.

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved