Berita Jembrana

Korban Serangan Anjing di Batuagung Jembrana Bertambah, Sudah Diberikan VAR, 1 Bocah Diberikan SAR

awalnya warga yang berasal dari Banjar Palungan Batu tersebut ragu-ragu dengan HPR yang menyerangnya

Tribun Bali/Dwi S
ilustrasi anjing rabies - Korban Serangan Anjing di Batuagung Jembrana Bertambah, Sudah Diberikan VAR, 1 Bocah Diberikan SAR 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jumlah korban akibat serangan anjing gila di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Bali bertambah satu orang.

Sehingga, total ada 11 orang korban serangan anjing gila yang hasil uji laboratoriumnya positif rabies.

Seluruh korban telah mendapatkan layanan VAR serta SAR untuk bocah 7 tahun yang mengalami luka pada areal risiko tinggi yakni wajah.

"Bertambah lagi satu orang, sehingga total ada 11 orang warga yang diserang anjing tersebut," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi, Senin 22 Juli 2024.

Baca juga: Anjing Serang 10 Warga Jembrana Positif Rabies, Tim Medikvet Lanjutkan Vaksinasi Rabies Emergency

Dia menuturkan, berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, awalnya warga yang berasal dari Banjar Palungan Batu tersebut ragu-ragu dengan HPR yang menyerangnya.

Namun, ketika berhasil ditemukan dan diinformasikan ciri-cirinya, ternyata diserang anjing gila yang menyerang warga di Batuagung.

Yang bersangkutan mengalami luka gigitan pada areal risiko rendah yakni di kaki.

Sehingga dilakukan penanganan berupa layanan vaksinasi anti rabies (VAR) di faskes.

"Awalnya ragu-ragu, tapi setelah diketahui kita langsung tindaklanjuti dengan pemberian VAR. Karena yang bersangkutan menderita luka tidak pada risiko tinggi seperti wajah dan ujung jari," ungkapnya.

Dia mengimbau, untuk masyarakat yang menerima serangan atau mengalami luka gigitan dari HPR agar segera melakukan tindakan penanganan awal.

Seperti mencuci luka pada air bersih mengalir serta menggunakan sabun.

Selanjutnya agar dibawa ke faskes terdekat untuk diberikan pelayanan kesehatan berupa VAR maupun SAR (untuk risiko tinggi).

"Bagi seluruh masyarakat agar tetap melakukan penanganan dini seperti mencuci luka dan selanjutnya bawa ke faskes terdekat untuk penanganan serta mendeteksi kasus serangan HPR," tegasnya.

"Ini untuk mengantisipasi terjadi risiko di kemudian hari serta Bidang Keswan-Kesmavet bisa menangani HPR yang menyerang tersebut," tandasnya.

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved