Berita Bali

RENCANA Beach Club Sanur Masih Mungkin, Dispar Bali Ingatkan Regulasi Kawasan Pariwisata!

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan pembangunan fasilitas pariwisata harus mengikuti aturan.

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
BEACH CLUB - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan pembangunan fasilitas pariwisata harus mengikuti aturan, Selasa (30/7). Pernyataannya ini terkait rencana pembangunan Beach Club di Sanur. 

TRIBUN-BALI.COM  - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan pembangunan fasilitas pariwisata harus mengikuti aturan. Pernyataannya ini terkait rencana pembangunan Beach Club di Sanur.

Tjok Bagus Pemayun mengatakan, pembangunan Beach Club ini akan ditinjau lagi. “Apalagi statement dari pimpinan Kota Denpasar, sudah mengatakan bahwa memang ditinjau kembali untuk Beach Club itu,” ujarnya, Selasa (30/7).

Beach Club kabarnya akan dibangun tepat di pinggir Pantai Sanur, berdekatan dengan Icon Mall. Kata Tjok Pemayun, kawasan wisata Bali terbagi beberapa segmen seperti di Nusa Dua untuk wisatawan dengan kategori high. Sementara wilayah Sanur untuk wisatawan middle yang memang sifatnya tenang.

Baca juga: RESMI Ipat Mundur Jadi Wakil Bupati! Hindari Kesan Pakai Alat Negara, Sepaket Kembang Pilkada 2024

Baca juga: BUNTUT Helikopter Terlilit Tali Layang-layang di Badung, Satpol PP Turunkan 3 Layangan!  

“Tapi kan dalam dinamika kan berubah apalagi regulasi memungkinkan untuk membangun fasilitas pariwisata karena memang termasuk kawasan pariwisata," jelas Tjok Bagus Pemayun.

"IMB (Izin Mendirikan Bangunan) kabupaten atau kota yang mengeluarkan tata ruangnya detail di kabupaten kota. Karena OSS (Online Single Submission) kan berdasarkan risiko kalau menengah tinggi kami,“ imbuhnya.

Kata Tjok Pemayun, OSS hanya melihat dari sisi perizinan. “OSS kan melihat dari sisi perizinan. Bagaimana dari perizinan sudah sesuai secara legal kalau itu memang pas kawasan pariwisata ya membangun fasilitasnya. Itu detailnya kabupaten atau kota,” paparya.

Dinas Pariwisata Bali juga menggelar rapat membahas isu pariwisata yang menyoroti kemacetan jalan, bandara sebagai etalase, serta Bali sebagai destinasi. “Tentu salah satu wisatawan datang di samping aman juga nyaman," jelasnya.

"Nyaman itu dalam artian di jalan raya kan aman nyaman. Usulannya dari beberapa teman-teman kalau ada di jam-jam tertentu, di titik-titik tertentu ada petugas dari teman-teman Perhubungan kabupaten atau kota sebagai wilayahnya untuk ada,” sambungnya. (sar)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved