Berita Gianyar

Dari Sanggul, Kafe Remang hingga Tajen, Curhat Warga Serongga Kepada Kapolres Gianyar

Seorang guru PAUD, Anak Agung Rai Padmi mengatakan, ibu-ibu saat ke pura sering memakai sanggul dan tidak memungkinkan memakai helm.

ISTIMEWA
JUMAT CURHAT - Kapolres Gianyar, AKBP Umar saat menggelar JUmat Curhat di Desa Serongga, Gianyar, Bali, Jumat (2/8). 

TRIBUN-BALI.COM - Berbagai pertanyaan dan keluh-kesah diajukan oleh warga Desa Serongga, Gianyar kepada Kapolres Gianyar, AKBP Umar. Ada yang menanyakan aturan berkendara sepeda saat ibu-ibu pake sanggul, soal kafe remang hingga tajen.

Selain itu, warga juga meminta bantuan Polres Gianyar untuk memfasilitasi keluhan mereka terkait pelayanan PDAM Gianyar. Sebab selama ini, pelayanan air yang mereka dapatkan sering bermasalah alias kecrat-kecrit.

Seorang guru PAUD, Anak Agung Rai Padmi mengatakan, ibu-ibu saat ke pura sering memakai sanggul dan tidak memungkinkan memakai helm.

"Saat mesanggul harus menggunakan helm dan bagaimana solusinya. Tolong jembatani terkait air PDAM setiap jam enam pagi sering mati," ujarnya dalam acara Jumat Curhat di Aula Kantor Desa Serongga.

Baca juga: Jumlah UMKM di Denpasar Tercatat 32.626 Unit, Diskop Sediakan Pendampingan untuk Pembuatan NIB

Baca juga: Proyek 9 Ruang Kelas Baru di SMPN 14 Denpasar, Pemerintah Kota Gelontorkan Anggarkan Rp 4,3 Miliar

Terkait sanggul dan helm, Kapolres mengatakan, sampai saat ini masih didiskusikan dan hasilnya belum ada keputusan boleh atau tidak dan Polri masih berpegang pada aturan lalu lintas, yakni saat mengendarai sepeda motor wajib memakai helm.

"Terkait air yang sering macet diperkirakan pihak PDAM punya jadwal dalam mengalirkan air dan saya akan coba koordinasi dengan PDAM dalam mengatasi permasalahan air dan solusi untuk saat ini agar warga menyediakan tempat penampungan air sementara," ujar Kapolres.

Saba Desa Adat Serongga, I Made Dwita menyampaikan terkait maraknya kafe di Gianyar. Menurut dia, keberadaan kafe cukup rawan menjadi tempat peredaran narkotika dan kriminalitas lainnya. "Mohon Polri untuk memberikan pencerahan kepada para pemuda terkait penyebaran narkoba yang merugikan masyarakat," ujarnya.

Terkait itu, Kapolres menerangkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan antisipasi dengan melakukan operasi. "Terkait dengan narkoba, kami berharap tetap ada kerja sama dengan masyarakat untuk memberantas narkoba, untuk pelaksanaan sosialisasi kami Polri siap memberikan sosialisasi melalui Kasat Narkoba sehingga warga memahami jenis dan bahaya narkoba," tandasnya.

Bendesa Adat Serongga, Pande Made Sudarsana menyampaikan di Desa Serongga ada sebuah tradisi atau kearifan lokal yang dimuat dalam awig-awig , yakni tiga hari setiap hari raya Kuningan, desa adat melaksanakan aci tabuh rah atau sabung ayam alias tajen.

Hal ini dilakukan sekaligus untuk penggalian dana pembangunan adat. Pihaknya meminta kelonggaran akan hal ini supaya tidak terjerat hukum pidana. Mengenai hal itu, AKBP Umar menjelaskan apabila ada kegiatan yang terkait adat tinggal koordinasi saja. "Itu tidak masalah, yang penting terlebih dahulu ada koordinasi," ujarnya. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved