Pilkada Badung

PASCA Mundurnya Disel Astawa, PDIP di Pilkada Badung Berpotensi Akan Lawan Kotak Kosong?

Namun dengan berhentinya Disel Astawa, tentu bisa memuluskan calon PDIP nanti untuk merebut kursi Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung.

ISTIMEWA
Ketua DPC PDI Perjuangan Badung, I Nyoman Giri Prasta. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pilkada Badung 2024, memunculkan sebuah tanda tanya di masyarakat pasca Paket Wasudewa berhenti ditengah jalan. Pasalnya Golkar Badung harus putar otak untuk mencari calon melawan kandidat PDI Perjuangan.

Namun di sisi lain, sampai saat ini partai PDI Perjuangan Badung juga belum memunculkan rekomendasi resmi untuk calon Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung.

Namun dengan berhentinya Disel Astawa, tentu bisa memuluskan calon PDIP nanti untuk merebut kursi Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung.

Baca juga: HILAL Calon Gubernur Bali PDIP, Arah Megawati pada Giri Prasta & Koster, Pengumuman 14 Agustus 2024!

Baca juga: PILKADA! Nengah Tamba Silaturahmi ke Pimpinan Parpol KIM, Sampaikan Ide Program Bangun Jembrana

Paket Wasudewa I Wayan Suyasa (kiri) dan I Wayan Disel Astawa (Kanan). Disel Astawa putuskan mundur dari Pilkada Badung 2024.
Paket Wasudewa I Wayan Suyasa (kiri) dan I Wayan Disel Astawa (Kanan). Disel Astawa putuskan mundur dari Pilkada Badung 2024. (Istimewa)

Hanya saja, dengan tarik ulurnya rekomendasi dari PDIP kemungkinan besar PDIP bisa melakukan koalisi dengan Golkar. Artinya pada Pilkada Badung 2024 bisa jadi akan melawan kotak kosong.

Namun dari inforasi yang dihimpun pada Minggu 11 Agustus 2024, PDIP Badung yang diketuai I Nyoman Giri Prasta mendorong I Wayan Adi Arnawa yang kini menjabat Sekda Badung, untuk merebut kursi Bupati Badung.

Bahkan sampai saat ini tidak ada kader PDIP yang dijagokan untuk mencalonkan menjadi calon bupati. Berbeda dengan Partai Golkar, Ketua DPD Golkar Badung I Wayan Suyasa, malah sudah memantapkan diri untuk merebut kursi Bupati Badung.

Hanya saja kini paket calon Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu malah bubar. Apalagi diinternal partai masih buyar dengan mundurnya Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Golkar.

Namun dari hitungan kursi di DPRD Badung, hanya partai Golkar dan PDIP yang bisa menelorkan calon. Pasalnya Golkar kini memiliki lebih dari 20 persen kursi di DPRD Badung, atau 11 kursi yang berhasil diraih.

Selain itu PDIP juga memiliki kursi di DPRD Badung yang melebihi 20 persen yakni memperoleh 27 kursi dari total 45 kursi DPRD.

Ketua DPC PDI Perjuangan Badung, I Nyoman Giri Prasta, sampai saat ini belum berani menyebutkan siapa calon PDI yang akan bertarung pada Pilkada Badung. Pihaknya mengaku masih menunggu keputusan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Untuk rekomendasi, itu kewenangan ketua umum kami yakni ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya belum lama ini.

Pihaknya selaku kader partai selalu menghormati penuh keputusan, dari Presiden RI ke-5 itu. Namun khusus untuk di Badung siapapun nanti calonnya dadi PDIP, pihaknya akan turun untuk memenangkannya.

"Iya siapapun calonnya nanti dari PDIP, saya Giri Prasta siap menjadi panglima perang untuk memenangkan," imbuh Giri Prasta. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved