Mantan Bupati Jembrana Meninggal Dunia

Prosesi Kremasi Eks Bupati Jembrana, Autopsi Jenazahnya Selesai, Keluarga Belum Dapat Pemberitahuan

Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (83) dan istrinya, Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna (64) dikremasi di Krematorium Kertha Semadi

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
KREMASI - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (83) dan istrinya, Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna (64) saat akan dikremasi di Krematorium Kertha Semadi Jalan Bypass Ngurah Rai No 100, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis (15/8). 

TRIBUN-BALI.COM - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (83) dan istrinya, Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna (64) dikremasi di Krematorium Kertha Semadi, Jalan Bypass Ngurah Rai No 100, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis (15/8). Proses kremasi dimulai pukul 10.00 Wita hingga selesai dihadiri keluarga besar kedua almarhum dan kerabat.

“Prosesi ini sesuai petunjuk peranda juga. Cukup sampai dengan pelaksanaan kremasi artinya mekingsan ring geni. Setelah itu dilarung ke laut. Sudah selesai,” ujar adik kandung almarhum, Ida Bagus Lilik Sudirga, Kamis (15/8).

Disinggung kapan pelaksanaan prosesi ngaben dan palebon, Sudirga menyampaikan prosesi itu akan diadakan satu tahun lagi. “Lagi jangka waktu setahun baru ada waktu untuk pelebon. Sehingga kita mengikuti arahan dari peranda,” imbuhnya.

Mewakili pihak keluarga besar almarhum, Sudirga mengaku telah ikhlas atas meninggalnya IB Ardana beserta istri. “Intinya kita dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan. Merelakan kepergian beliau, walaupun dengan cara yang menurut kami kurang wajar,” ungkap Sudirga.

Baca juga: 8 Anak Dijaring Untuk Seleksi di Bali saat Coaching Clinic dan ToT yang Digelar Bali United di Solo

Baca juga: TRAGEDI Tabrakan Maut, Pengendara & Penumpang Motor Tewas Usai Kecelakaan di Buleleng Bali

Foto Kenangan - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dengan istrinya yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Gurita Denpasar, akan segera diautopsi di Instalasi Forensik RSUP Prof Ngoerah Bali malam ini.
Foto Kenangan - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dengan istrinya yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Gurita Denpasar, akan segera diautopsi di Instalasi Forensik RSUP Prof Ngoerah Bali malam ini. (DOK TRIBUN BALI)

Hingga kini pihaknya pun belum mendapatkan laporan hasil autopsi dari rumah sakit dan kepolisian. “Belum ada informasi apa pun sampai saat ini (hasil autopsi). Katanya, masih diselidiki beberapa hal kaitannya dengan beberapa bagian tubuh yang alatnya di sini belum ada. Kremasi tetap dilaksanakan karena sudah diizinkan dan proses autopsi selesai,” ucapnya.

Menurutnya, pihak keluarga besar mengharapkan supaya proses ini dibuka selebar-lebarnya oleh pihak kepolisian dan setelah itu mudah-mudahan tidak ada persoalan lagi.

Seperti diberitakan, mantan Bupati Jembrana Drs Ida Bagus Ardana (84) dan istrinya Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna (64) ditemukan tewas di rumah mereka di Jalan Gurita IV No 6, Sesetan, Kota Denpasar, Kamis (8/8) malam. Penyebab kematian mereka masih misterius

Kepala Lingkungan Karya Dharma Sesetan, Putu Gede Igar Bramandita menuturkan, kedua jenazah ditemukan di ruangan berbeda. "Saya lihat, tapi tidak terlalu berani mendekat. Mayat bapaknya tergeletak di dapur. Untuk adanya luka, tyang tidak tahu pasti. Sudah tergeletak. Kalau darah ada sih sepertinya tadi," kata Bram dijumpai di  lokasi.

"Istrinya di kamar. Untuk istrinya kamarnya terkunci, sudah mengeluarkan bau busuk. Diketahuinya anaknya ibu ini mencari ibunya. Kamarnya terkunci. Ada jendela, dibuka, sudah ada bau menyengat," sambungnya.

Bram yang menjadi Kaling dua tahun terakhir menyampaikan bahwa sosok almarhum IB Ardana ialah sosok yang baik dan ramah sebagai warga setempat serta komunikatif setiap ada suatu hal.

"Bapaknya ramah, baik. Pernah ada komunikasi, dulu masalah parkir. Beliau terhalang tidak bisa keluar karena ada parkir orang. Itu sudah lama. Lalu kalau ada apa menelepon, misal rumput depan belum dipotong," ujarnya.

Penemuan jenazah IB Ardana dan istrinya bermula dari tetangga yang mencurigai 3 hari terakhir tidak ada aktivitas dengan kondisi pintu terkunci serta rumahnya kotor. "Saya ditelepon tetangga, sekitar pukul 18.35 Wita.

Rumah Pak Ardana 3 hari dikunci. Dilihat kotor rumahnya. Lalu kami masuk. Saya motong gembok dari dalam dibantu warga pakai gerinda. Lalu ditemukanlah mayat Pak Ardana," bebernya

Kelian Tempekan, I Wayan Kartawan, mengatakan, almarhum IB Ardana biasa beraktivitas olahraga jalan-jalan di sekitar perumahan. "Almarhum Pak Ardana sudah lama tinggal di sini. Ini rumah lama. Biasanya jalan-jalan. Bapak sering olahraga. Saya bertemu terakhir bulan Maret kemarin bawa surat edaran," ujar dia.

Polisi masih mendalami kasus penemuan jenazah IB Wardana dan istrinya. Keduanya ditemukan sudah mengeluarkan bau membusuk, namun di ruangan yang berbeda. Jenazah IB Ardana ditemukan tergeletak di dapur, sedangkan sang istri di dalam kamar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved