Berita Jembrana
Bumbung Gebyog dan Tradisi Male Masih Diusulkan Jadi WBTB
Sejumlah tahap dan proses telah dilalui. Sehingga, saat ini hanya tinggal menunggu penetapan dari Pemerintah Pusat melalui Provinsi Bali.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kesenian bumbung gebyog dan tradisi Male di Kabupaten Jembrana diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun ini.
Sejumlah tahap dan proses telah dilalui. Sehingga, saat ini hanya tinggal menunggu penetapan dari Pemerintah Pusat melalui Provinsi Bali.
Bumbung gebyog merupakan kesenian musik yang alatnya terbuat dari bambu. Cara memainkannya pun berbeda dengan kesenian lainnya, misalnya jegog dengan cara dipukul.
Bumbung gebyog dimainkan dengan cara dibenturkan ke alas kayu hingga menghasilkan bunyi. Setiap bulan bambu menghasilkan irama yang yang berbeda.
Sementara itu, Male adalah tradisi masyarakat Kelurahan Loloan yakni hiasan telur yang kemudian diarak keliling wilayah dan dilestarikan secara turun temurun hingga saat ini. Tradisi ini biasanya ketika menyambut Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kabid Adat, Tradisi, dan Warisan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, I Gede Suartana mengatakan, hingga saat ini ada dua warisan budaya Jembrana dalam proses ditetapkan sebagai WBTB.
Adalah bumbung gebyog dan tradisi Male. “Ada beberapa yang diusulkan, namun ada dua sudah berproses,” kata Suartana saat dikonfirmasi, Selasa (3/9).
Baca juga: Aerosport Bali Raih 2 Medali Perunggu di PON XXI/2024
Baca juga: Dispar Buleleng Segera Evaluasi Desa Wisata, Simak Penjelasannya
Dia menyebutkan, selain dua warisan budaya tersebut, ada beberapa lainnya yang masih dalam tahap kajian. Sehingga belum diusulkan dan belum menjalani tahapan menuju penetapan sebagai WBTB.
Misalnya adalah kuliner khas Jembrana, yakni jaje bendu. Jaje bendu sendiri masih menunggu antrean karena sedang proses kajian untuk selanjutnya diusulkan menjadi WBTB.
“Akan dilakukan secara bertahap karena kita masih terkendala pada kajiannya,” ungkapnya.
Disinggung mengenai dua warisan budaya yang sudah diusulkan, Suartana menyebutkan sudah menjalani beberapa kali proses.
Termasuk sidang yang dilaksanakan di pemerintah pusat sudah dilaksanakan. “Sehingga saat ini kita masih menunggu penetapannya (menjadi WBTB) semoga dalam waktu dekat ini atau dalam tahun ini,” kata dia.
Suartana menyebutkan sudah ada enam warisan budaya di Kabupaten Jembrana yang ditetapkan sebagai WBTB. Di antaranya, Kesenian Jegog, Tradisi Makepung, Tari Berko, Bumbung Kepyak, hingga Kesenian Kendang Mebarung.
“Kami berharap dengan ditetapkan menjadi WBTB ini, masyarakat Jembrana khususnya generasi muda semakin mengenal kesenian khas Jembrana ini. Tentunya diharapkan ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya ini ke depannya,” harapnya. (mpa)
| Pemkab Jembrana Tindaklanjuti Kasus PMI asal Jembrana di Florida, Kini Dalam Penyelidikan |
|
|---|
| PAKU, Barang Pecah Belah Hingga Kartu Ceki Ketemu Saat Penggeledahan di Blok Hunian WBP Rutan Negara |
|
|---|
| NEKAT Truk & Bus Masuk Jalur Gang Pemukiman, Fasilitas Warga & Tapal Batas Rusak Hingga Kabel Putus! |
|
|---|
| Suharman Selamat Berkat Cool Box, Katir Perahu Nelayan Air Kuning Jembrana Patah dan Tenggelam |
|
|---|
| Bentuk Penghargaan, Bupati Kembang Terima Sertifikat KIK Kesenian Jegog Jembrana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penampilan-bumbung-gebyog-sekaa-kebyar-dewasa-kabupaten-jembrana.jpg)