Seni Budaya
Viral di Tiktok, Lukisan Sam Sianata Tembus 1 Juta Viewers, Gaungkan 2 Hal Besar Bagi Dunia
Hingga mendapatkan 1 juta viewer, dan mendapat like lebih dari 207 ribu jantung hati, dalam akun TikTok Sam Sianata (Liem Sian An).
TRIBUN-BALI.COM - Viral lukisan 'Go Green Taruparwa', karya Sam Sianata (Liem Sian An) di aplikas TikTok.
Hingga mendapatkan 1 juta viewer, dan mendapat like lebih dari 207 ribu jantung hati, dalam akun TikTok Sam Sianata (Liem Sian An).
Lukisan berdimensi 39 Cm x 48 Cm ini, menyuarakan 2 hal besar bagi dunia.
Yaitu, semangat untuk melestarikan lingkungan, dengan menanam pohon dan semangat untuk menggelorakan kerukunan, kedamaian umat manusia (unity).
Baca juga: Arti Mimpi tentang Jari Manis, Bisa Pertanda Kehilangan hingga Pengkhianatan
Baca juga: Ditinggal Pacar ke Denpasar, WNA Polandia Nekat Mengiris Tangannya di Nusa Penida
Lukisan karya Sam Sianata, yang dikenal sebagai pengusaha, aktivis, dan seniman ini, memadukan dua karya seni.
Yaitu karya seni lukis dan karya seni musik, sekaligus dalam satu kesatuan tema.
Sehingga setiap lukisan akan dibarengi dengan sebuah lagu, ini menjadikannya sebagai sebuah mahakarya seni yang unik dan berkelas serta satu satunya di dunia.
Lukisan Go Green Taruparwa yang dibanderol seharga Rp 1 triliun ini, direncanakan akan di jadikan sebagai bahan kampanye pelestarian bumi dan lingkungan.
Agar setiap orang yang memandangnya atau mendengarkan lagunya, tumbuh semangatnya untuk melestarikan lingkungan.
Sehingga kelak dapat diwariskan kepada anak cucu, dalam kondisi bumi yang tetap lestari, serta aman dan damai. (*)
TARI Sakral Sanghyang Dedari Hanya Boleh Gadis Belum Mens yang Menari, Wujud Hadirnya Berkah Dewa |
![]() |
---|
JAGA Warisan Atraksi Agar Tetap Lestari, Peserta Makepung Bupati Cup 2025 Nambah, Ribuan Penonton! |
![]() |
---|
SAKRAL Tari Sanghyang Dedari dari Banjar Behu Nusa Penida, Kini Diperjuangkan Jadi Warisan Dunia! |
![]() |
---|
Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Mapadudusan Agung Merajan Tengah Griya Cucukan Klungkung Bali |
![]() |
---|
SLF 2025 Kembali Hadir, Angkat ‘Buda Kecapi’ sebagai Napas Sastra Kontemporer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.