Berita Buleleng

Perlu Pelebaran Saluran Drainase, Pj Bupati Buleleng Tindaklanjuti Banjir di Pancasari Buleleng Bali

Lihadnyana mengatakan rapat ini digelar untuk membahas dan mencari solusi mengenai sejumlah masalah mendesak. Salah satunya banjir di Desa Pancasari. 

ISTIMEWA
TERGENANG – Sejumlah kendaraan menerobos ruas jalan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng yang tergenang akibat hujan deras belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Penjabat (PJ) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menegaskan pihaknya segera turun untuk mengecek langsung kondisi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Upaya ini dilakukan pasca viralnya genangan air di ruas jalan desa Pancasari belum lama ini. 

Hal tersebut diungkapkan Lihadnyana usai rapat bersama sejumlah stakeholder terkait. Rapat tersebut dihadiri Balai Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, Dinas PUTR Buleleng, BPBD, pihak kecamatan hingga Perbekel Pancasari. 

Lihadnyana mengatakan rapat ini digelar untuk membahas dan mencari solusi mengenai sejumlah masalah mendesak. Salah satunya banjir di Desa Pancasari. 

Baca juga: TRAGEDI Kebakaran Toko Listrik di Pasar Anyar di Buleleng! Kerugian Capai Rp500 Juta

Baca juga: Penataan Pantai Tanjung Ental Telan Anggaran Rp 2 Miliar

“Tadi sudah ada jalan keluar, bahwa banjir itu terjadi tidak hanya sedimentasi, tetapi juga disebabkan kemampuan saluran untuk menampung air yang terbatas. Sebab debit air di wilayah tersebut memang besar,” ungkapnya, Kamis (12/9). 

Atas dasar itu, lanjut Lihadnyana, solusi jangka pendek yang perlu dilakukan adalah memperlebar saluran air atau drainase di kanan kiri jalan. Dikatakan jika saat ini luas drainase di sekitar hanya 1 meter. Sehingga perlu pelebaran 1 hingga 2 meter lagi. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih, sebab masyarakat Pancasari melalui perbekelnya sudah sepakat membebaskan lahan untuk pelebaran saluran air. 

“Untuk penanganan, hari ini (kemarin) kita langsung ke lapangan untuk mencari tahu apa permasalahannya dan mencari tahu tindakan teknis yang dibutuhkan seperti apa. Selanjutnya akan turun alat berat untuk eksekusi. Kalau bisa sebelum musim hujan,” tegasnya. 

Sementara kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adipta Eka Putra mengatakan, pelebaran saluran drainase menunggu pembebasan lahan dari masyarakat. Meski demikian diakui sudah ada lampu hijau.

“Tadi sudah disampaikan titik paling rawan, lebar dari saluran drainase hanya 1,41 meter. Kalau misalnya itu diperlebar dimensinya, otomatis lebih banyak bisa menampung air,” kata dia. 

“Sedangkan pembuangan air bisa diarahkan ke arah danau. Cuma alur air menuju danau itu ada lahan pribadi. Mengenai hal ini, Pak Mekel (Perbekel) sudah melakukan pendekatan, dan masyarakat sekitar sudah sepakat. Sekarang perlu dukungan administarsi untuk itu," ucapnya.

Pembuangan air ke arah danau ini merupakan solusi jangka pendek. Sedangkan solusi jangka panjangnya, Adipta mengaku akan ada kajian lebih lanjut. “Upaya ini mengantisipasi agar melubernya air ke badan jalan tidak menjadi  kejadian yang berulang tahun,” jelasnya.  (mer)

Anggaran Rp 10 Miliar

Sementara Kepala BWS Bali - Penida, Muhammad Noor mengatakan untuk solusi jangka pendek, jika pihaknya siap menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi penggalian sedimentasi di titik yang krusial di sebelah jalan.

Sedangkan solusi jangka panjang, pihaknya masih menunggu kajian pasti. “Utamanya terkait dengan topografi yang ada untuk memastikan alur air dan skema yang pas,” imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Kasatker PJN Wilayah III Provinsi Bali, Noor Fachrie mengatakan sumber masalah di Desa Pancasari, secara kasat mata disinyalir karena saluran pembuangan yang kurang besar. Sehingga tidak mampu menampung debit air yang besar. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved