PON 2024

Medali Bali di PON XXI 2024: 15 Emas, 15 Perak, 25 Perunggu, Ketum KONI Optimis Capai Target 45 Emas

Hingga pagi ini perolehan medali sebanyak 15 medali emas, 15 perak dan 25 perunggu berada di posisi 8, per Jumat 13 September 2024 pagi. 

Adrian/Tribun Bali
Ketum KONI Bali, i Gusti Ngurah Oka Darmawan. 

TRIBUN-BALI.COM, ACEH - Pundi-pundi emas kontingen Provinsi Bali, terus didulang oleh para patriot olahraga Pulau Dewata.

Hingga pagi ini perolehan medali sebanyak 15 medali emas, 15 perak dan 25 perunggu berada di posisi 8, per Jumat 13 September 2024 pagi. 

Di Aceh, medali emas dipersembahkan oleh cabang olahraga Rugby berkat perjuangan keras Ni Made Lusiana Gustanti dkk, Judo oleh I Gede Ganding Kalbu Soethama di kelas 90-100 kg dan Layar oleh Ada 1 emas di kelas Formula Kite atas nama I Wayan Wiranatha Meranggi masing-masih 1 emas. 

Sedangkan di Medan medali emas didulang oleh Cricket 4 keping emas, Dansa dan Biliar masing-masing 2 emas, kemudian Balap sepeda, Taekwondo, Kabaddi dan Atletik masing-masing 1 medali emas.

Baca juga: Kemampuan Masyarakat Gianyar Bayar PDAM Membaik, Cuma 3 Persen Penunggak, Simak Alasannya!

Baca juga: Moeldoko: PERIKLINDO EV Conference 2024, Kolaborasi Tuju Masa Depan Kendaraan Listrik Berkelanjutan

"Hasil yang kami dapatkan pada PON XXI memang target kami 1 emas, saya cukup puas dengan hasil ini. semoga nanti di PON mendatang kkami bisa lebih meingkatkan lagi dari hasil yang kami dapatkan sekarang," ujar Pelatih Layar Bali, Wayan Sujana dijumpai di Aceh.

"Kami hanya ikut di 3 kelas, Bic Techno putra, IQ Foil dan Formula kite. Untuk Bic Techno dan IQ Foil kami di peringkat 4," sambungnya. 

Di lain sisi, Taekwondoin Bali, Ni Kadek Heni Prikasih langsung menyumbang pundi-pundi emas untuk Kontingen Bali di ajang Pekan Olahraga nasional (PON) XXI/2024 Aceh - Sumut. 

Heni mengulang kejayaan meraih emas di PON XX  Papua lalu. membuka kesempatan bagi taekwondoin Bali lainnya yang masih bertanding di hari kedua dan ketiga, termasuk poomsae beregu putra dan free style.
  
Tim Taekwondo Bali yang mengirim sebanyak 14 atlet putra - putri dengan manajer Made Muliasa dan Wayan Sumada serta Pelatih Sandiaz Antonio dan Putu Budiyasa.

Heni berhasil mengalahkan lawannya taekwondoin Jawa Tengah, Puspa Rinjani Pradinda dengan kemenangan 2-0 di Martial Arts Arena, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis 12 September 2024. 

Sebelum melaju ke final, Ni Kadek Heni Prikasih mengandaskan Taewkwondoin andalan Aceh, Meirsia Dinda dengan keunggulan 2-0. 

Berikutnya, pada semifinal peraih emas Kejuaraan Asia 2023 asal Badung ini mengalahkan wakil Riau, Puspita Olivia.

Di hari pertama, selain 1 medali emas, Bali juga meraih 1 medali perni ak atas nama Bayu Satrya Mahottama dan 2 perunggu dari Ni Kadek Surya Febriantari dan Putu Desya Srinadi Putri.

Terpisah, menanggapi perolehan medali sementara ini, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan menatakan masih dalam optimismenya Bali mencapai target 45 emas meski tak dipungkiri hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

"Sampai hari ini kami tetap optimis, ada beberapa Cabor mendapatkan emas di Aceh dan  Sumut, yang lainnya mudah- mudahan atlet dalam motivasi harapan terus ada, dan yang belum main kami terus berikan support apa yang harus diberikan semangat luar biasa. Saya terima kasih kepada cabor dan panitia yang luar biasa," bebernya. 

"Begitulah jadi juara tidak gampang untuk mendapatkan medali seperti saya sampaikan by proses panjang, berkelanjutan dan berjenjang. Bali menjadi yang terbaik, dengan sportifitas, memang lebih baik kenapa tidak menjadi yang the best, pundi pundi medali bisa sesuai target yang kami pasang pada saat mau berangkat dari Bali ke sini," jabar Oka Darmawan. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved