Pilkada Bali 2024
Saat Pengundian Nomor Urut, Paslon Akan Disambut Mural dan Kartun Kritik di KPU Bali
Komisioner KPU Bali, I Gede John Darmawan mengatakan, terkait dengan simpatisan yang hadir, pihaknya tak membuat aturan khusus.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 12 mural akan menyambut Paslon dan simpatisannya saat pengundian nomor urut di KPU Bali pada Senin 23 September 2024 esok.
Sebanyak 12 mural hasil lomba sebelumnya pun susah dipajang di halaman KPU Bali.
Tak hanya mural, kartun yang bernada kritik juga dipamerkan di KPU Bali.
Dari 12 mural yang dipamerkan, beberapa di antaranya bernada kritik.
Baca juga: Bawaslu Bali Ikrar Netralitas Perbekel dalam Pilkada 2024, Salah Satunya Tolak Politik Uang
"Menjaga atau menjual?" demikian tulisan pada salah satu mural.
Atau ada juga, "Bali Butuh Solusi Bukan Gedung Tinggi" atau ada juga, "Transportasi, Bad Quality, Alih Fungsi, Illegal Bussines."
Selain itu, beberapa mural juga berisi harapan kepada pemimpin yang terpilih nantinya untuk Bali ke depan.
Untuk diketahui, ada dua Paslon yang akan tarung Pilgub Bali yakni Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) dan I Made Muliawan Arya-Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS).
Terkait dengan pengundian nomor urut, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan untuk pengundian nomor urut, masing-masing Paslon hanya bisa masuk ke areal KPU maksimal 77 orang termasuk paslon.
Dan semua simpatisan yang masuk ke areal KPU wajib menggunakan name tag.
"Sisanya 15 sampai 20, tergantung partai pengusung naik (ikut pengundian, red)," paparnya.
Setelah pengundian, masing-masing Paslon diberikan waktu 7 menit untuk melakukan konferensi pers dengan media.
"Yang dapat nomor urut 1 duluan konferensi pers, lanjut nomor urut dua. Maksimal 7 menit," paparnya.
Karena setelah itu kedua Paslon akan diajak sembahyang bersama di Padmasana KPU Bali.
Usai sembahyang, barulah dilakukan penandatanganan deklarasi damai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Mural-bernada-kritik-yang-siap-menyambut-Paslon-saat-pengundian-nomor-urut.jpg)