Berita Bangli
Google Map Sering Arahkan Turis Ke Jalur Maut Di Bangli, Telah Merenggut Korban Jiwa
Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Aparat kepolisian Polsek Kintamani terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya warga negara Rusia di jurang perbatasan Desa Daup dengan Banjar Kuum, Desa Sukawana, Bangli, Bali.
Terbaru, polisi menemukan identitas korban berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) golongan C dengan nama Illia Tarasov (36) asal Rusia, yang tinggal di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.
Selain itu, polisi juga mengungkapkan bahwa jalur tempat korban diduga melintas selama ini memang sangat sulit dilalui, dan memang bukan jalur umum, karena berupa jembatan bambu setapak.
Selama ini sudah banyak pengendara, terutama wisatawan yang tersasar ke sana karena diarahkan Google Map.
Baca juga: Diduga Tak Cakap Kendarai Motor, WN Rusia Tewas Jatuh Ke Jurang Di Bangli
Bahkan ada juga yang mengendarai mobil. Beruntung selama ini beberapa korban kesasar berhasil dihentikan warga lokal.
Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.
Kata dia, saat awal pertama korban ditemukan, tim tidak menemukan adanya identitas.
Namun setelah kembali dilakukan pencarian lebih intensif, pihaknya menemukan SIM C milik korban.
"Yang bersangkutan memang warga Rusia atas nama Illia Tarasov, tinggal di Desa Peliatan, Ubud," ujar Kapolsek, Rabu 2 Oktober 2024.
Seorang warga setempat, I Wayan Armana menjelaskan, bahwa jalan yang dilintasi korban merupakan jalan setapak, yang hanya digunakan warga untuk akses ke Banjar Kuum dengan Desa Daup karena jaraknya dekat, hanya lima menit.
Dia mengungkapkan, selama ini banyak wisatawan yang kesasar ke jalur ini karena diarahkan Google Map.
“Memang sering ada wisatawan kesasar ke lokasi karena menggunakan petunjuk aplikasi, malah ada yang naik mobil. Namun cepat dihalangi warga, dan kecelakaan memakan korban jiwa baru kali ini terjadi,” ujarnya.
Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna mengatakan, kemungkinan korban tidak mengenal jalur ini, sehingga kendaraan tidak mampu menanjak dan korban hilang kendali hingga terjatuh di jurang.
Saat itu, korban diketahui oleh warga pada Selasa 1 Oktober 2024, pukul 08.00 Wita.
Di mana saat itu, warga yang tengah melintas di TKP melihat ada cahaya dari sebuah sepeda motor dari bawah jurang di jembatan darurat terbuat dari bambu penghubung Desa Daup dengan Banjar Kuum Kintamani.
Kemudian warga tersebut berhenti dan melihat ke bawah jurang dan mendapati seorang WNA dan sepeda motornya di bawah jurang, warga tersebut kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Daup. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.