PMI Asal Bali Pulang dari Lebanon

SENYUM Santi Pulang ke Bali, Pikir-pikir Lagi Untuk Kembali ke Lebanon, 5 Jam Mencekam Setiap Malam

Setiap malam, Santi mendengar suara ledakan berkali-kali. Suara itu kian mendekat dengan tempat tinggalnya sejak dua pekan belakangan

ISTIMEWA
Ni Ketut Santi Suryaningsih (31), satu dari sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Lebanon. Ia merasa penuh syukur bisa pulang kembali ke rumahnya di Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. 

TRIBUN-BALI.COM - Setiap malam, Santi mendengar suara ledakan berkali-kali. Suara itu kian mendekat dengan tempat tinggalnya sejak dua pekan belakangan sebelum ia berhasil dievakuasi ke Indonesia.

Ni Ketut Santi Suryaningsih (31), satu dari sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Lebanon. Ia merasa penuh syukur bisa pulang kembali ke rumahnya di Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

Hal ini menyebabkan ia merasa begitu trauma dengan peristiwa yang terjadi di sana. Namun begitu, Santi mengharapkan kondisi di negara tersebut bisa kembali normal dan tenang. Sebab, dirinya berencana untuk kembali lagi karena memang butuh pekerjaan.

"Saya berangkat Januari 2023 lalu, jadi hampir dua tahun bekerja di Lebanon. Saya sangat berterimakasih kepada negara yang sudah menyarankan kami dan memfasilitasi pemulangan," kata Santi, Minggu (13/10).

Awal bekerja di Lebanon, situasi cukup aman. Lingkungannya nyaman dan indah. Namun sejak beberapa waktu belakangan ini, keadaan berubah. Ia mendengar suara bom setiap hari. Ia merasa tak aman dan terbesit keinginan untuk pulang ke Bali.

Baca juga: KISAH Santi, PMI Pulang ke Bali dari Lebanon, Akui Dengar Puluhan Ledakan Bom di Malam Hari

Baca juga: AKIBAT Konflik Timur Tengah, 3 Terapis SPA Asal Bali Balik, Jumlah PMI Bali di Lebanon Masih Didata!

Ni Ketut Santi Suryaningsih (31), salah satu PMI asal Jembrana yang sebelumnya bekerja di Lebanon saat menceritakan kondisi perang di negara tempatnya bekerja, Minggu 13 Oktober 2024.
Ni Ketut Santi Suryaningsih (31), salah satu PMI asal Jembrana yang sebelumnya bekerja di Lebanon saat menceritakan kondisi perang di negara tempatnya bekerja, Minggu 13 Oktober 2024. (ISTIMEWA)

"Kalau malam itu sangat tegang karena ledakan bom. Terutama pada pukul 11 malam hingga empat dini hari. Sampai tidak bisa tidur karena waswas. Jadi rasa trauma itu sudah pasti," kata dia.

Ia merasa sangat khawatir karena tinggal di gedung. Ia takut bom menyasar tempatnya tinggal. Suara ambulans yang mengevakuasi korban bom lalu lalang di jalanan menjadi hal yang sering ia lihat.

"Malam hari sampai puluhan kali (dengar suara ledakan bom). Itu jelas sekali kedengeran. Mungkin karena jaraknya yang dekat. Awalnya jaraknya sekitar 20 menitan dari tempat tinggalnya, tapi belakangan ini hanya berjarak sekitar lima menitan," tutur dia.

Bagi Santi, sebenarnya, Lebanon adalah kota indah. "Semoga lebih baik saja, semoga perangnya cepat selesai. Tidak ada lagi yang seperti itu (perang, bom dan lainnya)," harapnya.

Santi menyebutkan kemungkinan akan memilih negara lain jika kembali kerja ke luar negeri. Namun untuk sementara ia akan beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya. "Kemungkinan ada (ke negara lain), tapi untuk sementara istirahat dulu," tutupnya.

Santi memperkirakan masih ada warga Bali di Lebanon. Terutama mereka yang sudah menikah di sana. WNI yang masih berada di Lebanon banyak yang tinggal sementara di KBRI setempat.

"Sebagian ada yang tinggal di rumah mereka masing-masing. Kemungkinan karena jarak dari tempat perangnya cukup jauh, sehingga masih dirasa aman," sebutnya.

Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja (P3T) Disnakerperin Jembrana, I Putu Agus Arimbawa menuturkan, informasi pemulangan PMI asal Jembrana dari Lebanon tersebut diterima Senin 7 Oktober 2024. "Kami sudah konfirmasi ke keluarganya dipulangkan karena situasi perang di negara tersebut," kata Arimbawa.

Sesuai koordinasi dengan pihak keluarga, Santi sudah bekerja di Lebanon dua tahun lamanya. Ia bekerja sebagai seorang terapis spa di sebuah hotel di sana. "Pemulangan difasilitasi oleh pihak KBRI," jelasnya. (made prasetya aryawan)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved