Warga Sumba di Bali
Buntut Perkelahian Antarburuh Sumba, Kapolsek Kuta Selatan Datangi Proyek Villa
Sejumlah buruh dari Nusa Tenggara Timur (NTT) disambangi Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, S.H., M.H pasca keributan antara
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Setiba di proyek Villa Gunung Payung, pelaku bersama rekan-rekannya langsung menyerangmenggunakan kayu, batu dan pisau yang menyebabkan 5 orang buruh sesama asal Sumba mengalami luka-luka.
"Kemudian setelah menyerang pelaku langsung melarikan diri dan kabur. Namun nahas pelaku Martinus ini ditinggal dan dikejar oleh buruh gunung payung sampai akhirnya pelaku diamankan pecalang," ujarnya.
Dijelaskan AKP Sukadi, mandor Villa GR (43) asal Buleleng ini memecat pelaku dikarenakan pelaku atas nama Evan sering bermain HP saat bekerja.
"Kemudian karena tidak terima, pelaku menghubungi rekan-rekan pelaku yang tinggal di Kerobokan untuk menyerang pekerja di villa tersebut," ujarnya.
Saksi buruh TTW (26) asal Sumba Barat Daya menerangkan, malam itu dirinya tengah berbincang dengan Evan, Evan menyampaikan merasa tidak terima karena ada yang mengadukan kelakuan Evan ke mandor sehingga Evan ditegur oleh mandor.
Mendengar hal tersebut, TTW menasihati Evan untuk bersabar karena banyak kasus yang melibatkan orang Sumba.
Tak lama, Evan berkelahi dengan beberapa buruh proyek yang berada di mess, TTW juga diserang rekan Evan yang tidak dia kenal hingga TTW mengalami luka pukulann serta lemparan batu pada pinggang.
Mendapat aksi serangan itu TTW lari untuk menyelamatkan diri ke warung madura dan tak lama kemudian Pecalang dari Desa Kutuh tiba di lokasi dan berhasil mengamankan salah satu pelaku yakni Martinus. Korban lain, buruh berinisial DTD juga terkena pukulan pada bagian atas kepala dan mengalami pendarahan ringan. (*)
Berita lainnya di Warga Sumba di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kapolsek-Kutsel-Kompol-I-Gusti-Ngurah-Yudistira-SH-MH-bersama-para-buruh-asal-Sumba.jpg)