Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Warga Sumba di Bali

Buntut Perkelahian Antarburuh Sumba, Kapolsek Kuta Selatan Datangi Proyek Villa

Sejumlah buruh dari Nusa Tenggara Timur (NTT) disambangi Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, S.H., M.H pasca keributan antara

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kapolsek Kutsel Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, S.H., M.H bersama para buruh asal Sumba 

Buntut Perkelahian Antarburuh Sumba, Kapolsek Kuta Selatan Datangi Proyek Villa


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah buruh dari Nusa Tenggara Timur (NTT) disambangi Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, S.H., M.H pasca keributan antara buruh dengan buruh proyek asal Sumba yang terjadi pada Rabu 16 Oktober 2024 malam dan viral di media sosial

Kapolsek Kuta selatan mendatangi proyek Villa, Jalan Melang Kelod, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan untuk meredam potensi konflik yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya cooling system untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.

Baca juga: Polisi Datangi Kos-kosan Warga Sumba di Bali, Kapolsek: Jangan Rusuh Lagi! 

Sebanyak 32 orang warga Sumba yang bekerja sebagai buruh proyek dikumpulkan untuk diberikan arahan. 

Kapolsek Kuta Selatan mengimbau para pekerja asal Sumba untuk tetap fokus pada tujuan mereka datang ke Bali, yaitu bekerja dengan baik tanpa membuat masalah yang dapat merusak citra Bali sebagai destinasi wisata. 

"Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas sesuai hukum jika ada pelanggaran pidana," tegas Kompol Yudistira 

Selain itu, Kapolsek mengingatkan para mandor proyek untuk lebih ketat mengawasi pekerjanya agar mencegah masalah lebih mudah daripada memulihkan reputasi yang sudah tercoreng. 

Baca juga: Rentetan Kasus Viral, Para Kapolsek di Denpasar Terjun Sambangi Warga Sumba

"Dengan adanya sinergi antara pekerja dan pihak kepolisian, diharapkan Kamtibmas di Kuta Selatan tetap terjaga dengan baik," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Tribun Bali, Viral keributan terjadi yang melibatkan buruh proyek asal Sumba Barat Daya yang meresahkan masyarakat di sekitar Proyek Villa di Jalan Gunung Payung, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Keributan terjadi antar sesama buruh proyek yang terjadi pada Rabu 16 Oktober 2024 pukul 21.00 WITA itu menimbulkan korban luka, kasus ini pun ditangani Polsek Kuta Selatan setelah pelaku diamankan oleh Pecalang setempat. 

Pelaku diketahui adalah Martinus Tamo Bapa (23) yang berhasil diamankan, sedangkan 3 orang rekan pelaku, Evan, Domi dan Yusuf melarikan diri setelah melakukan penyerangan.

Baca juga: Kasus Oknum Pemuda Sumba di Banjar Penyarikan Kuta Selatan Berlanjut, 4 Orang Jadi Tersangka

Aksi penyerangan ini disinyalir karena Evan yang tidak terima dipecat oleh mandor dan mengajak Martinus, Domi dan Yusuf untuk melakukan penyerangan.

"Peristiwa penyerangan tersebut diduga akibat tidak terimanya salah satu pekerja proyek atas nama Evan yang tidak terima karena dipecat oleh mandor proyek Villa di Gunung Payung," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, pada Kamis 17 Oktober 2024. 

Martinus yang sudah diamankan polisi mengaku ia dan Domi mendapat telepon dari Evan yang bilang bahwa dirinya dikeroyok di tempatnya bekerja.

Baca juga: Kasus Oknum Pemuda Sumba di Banjar Penyarikan Kuta Selatan Berlanjut, 4 Orang Jadi Tersangka

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved