Pilkada Bangli

DEBAT Perdana Pilkada Bangli, Raden Cahyo Tak Ambil Gaji dan Tunjangan, Ini Gagasan Calon Lainnya

Paslon nomor urut 1, Raden Cahyo Adhi Nugroho dan Gusti Made Winuntara yang diusung oleh Partai Demokrat dan Golkar tak akan ambil gaji dan tunjangan

TRIBUN BALI/PUTU SUPARTIKA
DEBAT - Tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangli adu gagasan dalam debat perdana Pilkada Bangli 2024, Kamis (24/10).  

Paslon ini berencana untuk memperkuat sektor pendidikan dengan mengangkat ratusan tenaga guru kontrak menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di bidang kesehatan, Sedana Arta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan di RSUD Bangli. "Dalam enam bulan pertama, saya sudah berkantor setiap minggu di RSUD Bangli untuk memastikan pelayanan berjalan optimal," katanya.

Ia juga telah melakukan mutasi besar-besaran guna memastikan tenaga medis dan karyawan ditempatkan sesuai dengan kompetensi mereka.

Selama masa jabatannya, RSUD Bangli mencatat surplus sebesar 4,3 miliar rupiah, yang memungkinkan revitalisasi pembangunan gedung.

Ke depan, Sedana Arta menargetkan RSUD Bangli menjadi rumah sakit unggulan dengan layanan jantung terpadu. Di sektor ekonomi, Sedana Arta menyebutkan bahwa revitalisasi Pasar Singamandawa dengan anggaran sebesar 75 miliar rupiah. Pasar ini menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi 1.200 UMKM di Bangli.

Ia juga menginisiasi pembangunan gedung pusat sentra industri kecil menengah (IKM) untuk kopi Kintamani dan bambu, guna meningkatkan produktivitas dan daya saing para pelaku usaha lokal.

Sedana Arta menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi Bangli. Selama masa kepemimpinannya, indeks pertanian meningkat dari 70,04 menjadi 77,35, berkat bantuan berupa pupuk dan bibit pertanian kepada para petani.

"Pertanian merupakan penyumbang terbesar dalam PDB Bangli, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung sektor ini melalui berbagai bantuan dan program peningkatan akses pangan," jelasnya.

Pasangan calon nomor urut 3 Pilkada Bangli, Ida Bagus Gede Giri Putra dan I Made Subrata, yang didukung oleh koalisi Gerindra, NasDem, PSI, dan PKN, menekankan pentingnya pembangunan Bangli yang dimulai dari desa dan kelurahan.
Pasangan calon nomor urut 3 Pilkada Bangli, Ida Bagus Gede Giri Putra dan I Made Subrata, yang didukung oleh koalisi Gerindra, NasDem, PSI, dan PKN, menekankan pentingnya pembangunan Bangli yang dimulai dari desa dan kelurahan. (PUTU SUPARTIKA-TRIBUN BALI)

Tambah Dana Desa

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 3, Ida Bagus Gede Giri Putra dan I Made Subrata, yang didukung oleh koalisi Gerindra, NasDem, PSI, dan PKN menekankan pentingnya pembangunan Bangli yang dimulai dari desa dan kelurahan.

Ida Bagus Gede Giri Putra menyoroti perlunya perencanaan terukur berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan. "Rakyat Bangli sebagian besar berada di desa dan kelurahan, maka pembangunan harus dimulai dari sana sebagai dasar," katanya.

Ia mengatakan perlu meningkatkan keuangan daerah yang saat ini masih kecil, dan harus melayani masyarakat dengan transparansi, akuntabilitas, komunikasi yang baik, serta solusi yang bermanfaat.

Salah satu fokus utama paslon ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata. Infrastruktur juga akan ditata dengan lebih baik untuk mendukung pengembangan tersebut.

Di sektor kesehatan, Ida Bagus Giri Putra menilai perlu dibangunnya rumah sakit di Kintamani untuk memperluas layanan kesehatan. 

Selain itu, revitalisasi puskesmas juga menjadi prioritas, diiringi dengan pemberian beasiswa kepada anak-anak miskin di Bangli yang bercita-cita menjadi dokter dan nantinya bekerja di Kintamani.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved