Sulinggih Diusik Kembang Api
Komentari Pesta Kembang Api Finns Beach Club, Koster: Kalau Terjadi Lagi Tutup Usahanya
Calon Gubernur Bali periode kedua, Wayan Koster komentari kejadian pesta kembang api yang diadakan Finns Beach Club dan mengganggu upacara keagamaan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Komentari Pesta Kembang Api Finns Beach Club, Koster: Kalau Terjadi Lagi Tutup Usahanya
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Calon Gubernur Bali periode kedua, Wayan Koster komentari kejadian pesta kembang api yang diadakan Finns Beach Club dan mengganggu upacara keagamaan warga di Canggu beberapa waktu lalu.
Koster sangat menyayangkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kejadian tersebut tidak baik dan tidak menunjukkan wajah pariwisata Bali yang berbasis budaya.
Baca juga: Koster: Janji Doang, Ape Sing Ade! Sebut Janji Gubernur Bali Sebelumnya Tak Ada yang Dipenuhi
Mestinya, pelaku pariwisata menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya Bali di mana mereka berusaha.
Hal tersebut ia katakan pada acara Hearing BTB, Jumat 25 Oktober 2024.
“Ini betul-betul sesuatu yang gak baik, betul-betul gak bagus wajah ini,” kata, Koster.
Oleh karena itu, calon Gubernur Bali 2024 ini menegaskan kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di Bali.
Baca juga: Ikuti Uji Publik Visi Misi Calon Gubernur Bali, De Gadjah Sebut Defisit Bali Bisa Dihapuskan
Di mana, pelaku pariwisata harus mendahulukan kegiatan upacara ritual dibandingkan menggelar event wisata.
Jangan sampai hanya karena kepentingan wisatawan mengabaikan kepentingan budaya di Bali.
Jika ke depan hal ini terulang lagi, maka usahanya akan ditutup.
Baca juga: Nasib PPPK Pemprov Bali Belum Terima Gaji, PJ Gubernur Bali: Minggu Ini Akan Dibayarkan
“Ke depan gak boleh lagi kejadian ini, kalau sampai terjadi tutup yang punya usaha ini. Gak bisa, gak bisa gak bisa!!. Jeg harus keras ini, jadi Bapak harus punya gubernur ne bani, ne jani, (yang berani, yang sekarang),” imbuhnya.
Koster mengatakan arah pembangunan pariwisata Bali ke depan yaitu mempercepat dan memperkokoh penyelenggaraan pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.
Serta menjadikan pariwisata untuk mebangun budaya Bali.
Di samping juga memberlakukan kebijakan dengan tegas. (*)
Berita lainnya di Beach Club
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.